Bagian belakang perangkat dibagi menjadi delapan zona khusus.
Area ini berfungsi sebagai panduan visual agar pengguna dapat menempatkan modul secara presisi.
Konsep zonasi tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang intuitif dan minim kesalahan pemasangan seperti dikutip okinews.co dari 9to5Google, Rabu (25/2/2026).
Fleksibel dan Lebih Efisien
Esensi utama dari proyek ini adalah fleksibilitas.
Pengguna cukup membawa fitur yang benar-benar diperlukan.
Saat bepergian, misalnya, cukup memasang modul kamera tambahan atau baterai ekstra tanpa harus membawa perangkat lain.
Selain itu, pendekatan modular diyakini berpotensi menekan limbah elektronik.
Alih-alih mengganti seluruh perangkat ketika ingin peningkatan fitur, pengguna hanya perlu memperbarui modul tertentu.
Masih Sebatas Konsep
Walau menuai perhatian di MWC 2026, Tecno menegaskan bahwa perangkat ini masih berada dalam tahap pengembangan jangka panjang.
Belum ada kepastian terkait produksi massal maupun jadwal peluncuran resmi ke pasar.
Meski demikian, langkah Tecno memberi sinyal bahwa industri smartphone terus bergerak menuju arah yang lebih adaptif, mengutamakan personalisasi, efisiensi, serta keberlanjutan.
Apakah konsep modular ini akan benar-benar menjadi tren masa depan atau sekadar eksperimen ambisius? Waktu yang akan menjawab.