OKINEWS.CO - Banyak orang mengurangi bahkan menghentikan aktivitas fisik ketika menjalani puasa.
Alasannya sederhana: takut lemas, khawatir dehidrasi, atau tidak memiliki cukup energi.
Namun para ahli kesehatan menegaskan bahwa olahraga tetap bisa dan bahkan dianjurkan selama puasa, selama dilakukan dengan cara yang tepat.
Saat tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama berjam-jam, sistem metabolisme mengalami penyesuaian.
BACA JUGA:Cushion Lokal Rasa Premium, Ini Keunggulan Healthy Glow dari Implora
BACA JUGA:Praktis & Multifungsi, Spray Serum Wardah Jadi Andalan Baru
Cadangan glikogen digunakan sebagai sumber energi awal, lalu tubuh mulai memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar.
Dalam kondisi ini, olahraga ringan justru membantu proses adaptasi metabolisme agar lebih efisien.
Menurut dr. Andri Wibowo, SpKO, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga, aktivitas fisik saat puasa tetap aman selama intensitasnya terkontrol.
“Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru olahraga ringan membantu menjaga kebugaran jantung dan mempertahankan metabolisme tubuh agar tidak melambat selama Ramadan,” ujarnya.
BACA JUGA:Inovasi Lip Care Modern: Skintific Gabungkan Peptide dan 5X Ceramide
BACA JUGA:Avoskin Your Skin Bae Toner: Solusi Clean Beauty untuk Remaja 15+
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berolahraga di Masa Puasa?
Ketika seseorang berolahraga dalam keadaan berpuasa, tubuh bekerja lebih hemat energi.
Detak jantung meningkat secara terkontrol, sirkulasi darah menjadi lebih lancar, dan pembakaran lemak bisa berlangsung lebih optimal.