Diet Gagal Meski Sering Jogging? Ini 3 Strategi yang Lebih Efektif
olahraga saja sering kali tidak cukup untuk menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan dan berkelanjutan.-Foto IST-
OKINEWS.CO - Banyak orang percaya bahwa rutin berolahraga sudah cukup untuk menurunkan berat badan.
Tidak sedikit yang memilih jogging setiap pagi, ikut kelas zumba, atau bersepeda di akhir pekan dengan harapan angka timbangan cepat turun.
Namun faktanya, olahraga saja sering kali tidak cukup untuk menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan dan berkelanjutan.
Secara fisiologis, penurunan berat badan terjadi ketika tubuh berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu jumlah kalori yang dibakar lebih besar daripada yang dikonsumsi.
BACA JUGA:7 Menu Imlek yang Diyakini Bawa Rezeki dan Umur Panjang, Nomor 3 Wajib Ada di Meja Keluarga
BACA JUGA:Resale Value Tinggi! Ini 3 HP Flagship yang Harga Second-nya Tetap Ngeri
Masalahnya, olahraga yang umum dilakukan masyarakat seperti jogging santai 30 menit hanya membakar sekitar 200–300 kalori.
Sementara itu, satu porsi makanan cepat saji bisa mengandung lebih dari 500 kalori.
Artinya, tanpa pengaturan pola makan, kalori yang dibakar mudah tergantikan bahkan berlebih.
Selain itu, tubuh memiliki mekanisme adaptasi.
BACA JUGA:Cuma 20 Ribuan! Maskara Xi Xiu Jadi Andalan Makeup Anti Luntur
BACA JUGA:Rekomendasi Parfum Dior Terbaik untuk Pria & Wanita
Ketika seseorang rutin melakukan kardio dengan intensitas sama, tubuh menjadi lebih efisien sehingga pembakaran kalori tidak lagi sebesar di awal.
Inilah alasan mengapa berat badan sering stagnan meski olahraga tetap dilakukan.
Sumber: