Jangan Asal Percaya Video Viral, Deepfake Semakin Canggih
Jangan mudah percaya pada video yang viral. Deepfake kini mampu memalsukan wajah dan suara dengan sangat meyakinkan, sehingga verifikasi informasi menjadi langkah utama sebelum menyebarkan konten.-foto:ist-
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa banyak manfaat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga industri kreatif.
Namun, di balik kemajuan tersebut muncul tantangan baru yang perlu diwaspadai, yaitu semakin maraknya teknologi deepfake.
Teknologi ini mampu menghasilkan video, gambar, maupun rekaman suara yang tampak sangat meyakinkan meskipun seluruh atau sebagian isinya merupakan hasil manipulasi digital.
Deepfake memanfaatkan algoritma AI untuk mempelajari karakteristik wajah, ekspresi, hingga intonasi suara seseorang.
BACA JUGA:Jangan Kaget, Ini Daftar Harga Terbaru iPad dan MacBook yang Resmi Melonjak!
BACA JUGA:Budget Terbatas? Ini 5 Tablet Rp 2 Jutaan yang Layak Dibeli Anak Sekolah
Hasilnya, sebuah video dapat memperlihatkan seseorang mengucapkan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Seiring meningkatnya kemampuan AI, kualitas deepfake pun semakin sulit dibedakan dari konten asli.
Fenomena ini menjadi perhatian berbagai pihak karena berpotensi menimbulkan penyebaran informasi palsu, penipuan digital, pencemaran nama baik, hingga manipulasi opini publik.
Video yang tampak autentik sering kali langsung dipercaya dan dibagikan tanpa melalui proses verifikasi, sehingga informasi yang keliru dapat menyebar dalam waktu singkat.
BACA JUGA:7 Smartphone Kencang 2026, Budget Friendly Banget!
BACA JUGA:Ngorok Bisa Picu Stroke? Ini Fakta Medisnya!
Para pakar keamanan siber menilai bahwa ancaman deepfake tidak hanya menyasar tokoh publik, tetapi juga masyarakat umum.
Foto dan video yang diunggah ke media sosial dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat konten manipulatif.
Sumber: