Kabarnya Ada Pesawat yang akan Beroperasi di Bandara Silampari

Kabarnya Ada Pesawat yang akan Beroperasi di Bandara Silampari

LUBUKLINGGAU - Kabar gembira. Dalam waktu dekan bakal ada maskapai yang beroperasi di Bandara Silampari Lubuklinggau (UPBU Silampari).  Diketahui, bahwa Bandara Silamparu sudah lama ditinggalkan maskapai, setidaknya sejak Oktober tahun lalu. Itu salah satu dampak pandemi covid-19.  Berita gembira adanya maskapai yang bakal melandas di Bandara Silampari, disampaikan Kepala UPBU Silampari, Mega Herdiansyah melalui Kasubsi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat (TOKPD), M Mada Anggana, Senin (14/3). "Memang saat ini kita masih menunggu, tapi ada angin segar, bahwa bakal ada maskapai yang masuk, informansinya di bulan ini atau bulan depan (April)," kata Mada. Hanya saja, Mada belum menyebutkan maskapai mana yang bakal beroperasi di Bandara Silampari kedepan. "Pokoknya ada yang bakal masuk," katanya, saat ditanya bocoran pihak mana yang bersedia masuk Lubuklinggau.  Dia mengungkapkan, pihaknya sejak awal sudah berusaha mendatangkan pesawat untuk di Bumi Silampari. Namun memang belakangan ini, akibat pandemi covid-19 di Indonesia sendiri pesawatnya kurang. "Bukan hanya  di Bandara Silampari, tapi di seluruh Indonesia, kita kekurangan pesawat akibat pandemi kemaren," jelasnya.  Kekurangan pesawat itu, karena sebagian besar maskapai yang ada di Indonesia itu masih menggunakan pesawat sewa. Atau pesawat dari modal luar negeri, yang berinvestasi berbentuk pesawat.  Sehingga saat pandemi, lanjutnya, pesawat ini terpaksa ditarik ke luar negeri, apakah sudah habis masa sewa, atau pemilik pesawat menarik pesawat karena tidak jalan saat pandemi. "Inilah yang menyebabkan kita Indonesia defisit atau kekurangan pesawat," ungkapnya. Dia menyebutkan, bahwa masyarakat Lubuklinggau dan sekitarnya menginginkan ada pesawat di Bandara Silampari.  Bahkan pihaknya pernah lakukan survei, bahwa lebih dari 90 persen responden menginginkan ada penerbangan di Bandara Silampari. Bahkan survei lewat google form itu, dilakukan sebelum adanya kebijakan bahwa syarat terbang cukup sudah vaksin lengkap. "Artinya mau apapun syarat terbang, mau anti gen, swab dan sebagainya, masyarakat tetap ingin ada pesawat. Dan intinya masyarakat membutuh pesawat," katanya lagi. (cj17)

Sumber: