Komdigi Hadirkan DARA, Solusi Buat Anak yang Kebablasan Main Game
Komdigi luncurkan DARA, platform konsultasi adiksi game untuk lindungi anak dan remaja dari dampak kecanduan digital.-Foto: komdigi.go.id-
OKINEWS.CO - Meutya Hafid meresmikan Digital Addiction Response Assistant (DARA), sebuah fitur bimbingan dan konsultasi untuk menangani adiksi gim pada anak dan remaja.
Peluncuran tersebut digelar di Mal Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026), sebagai respons atas kekhawatiran publik terhadap meningkatnya kecanduan gim di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Meutya menyoroti fenomena yang menurutnya perlu segera ditangani.
“Bahwa kita kok anak generasi muda kita semakin banyak yang kurang produktif karena adiksi terhadap games,” ujarnya.
BACA JUGA:Perbedaan THR, PNS, dan Paruh Waktu Cair Maret 2026
BACA JUGA:Aturan Seragam Dinas PNS, PPPK, dan Paruh Waktu Selama Bulan Suci Ramadan 2026
Ia menegaskan, pemerintah tetap memberikan dukungan terhadap industri gim karena dinilai berkontribusi pada kreativitas dan pertumbuhan ekosistem digital nasional.
Namun, dukungan tersebut harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap anak-anak.
“Namun di saat yang bersamaan, kita juga harus hadir untuk melindungi anak-anak kita dari ekses-ekses negatif daripada games. Di antaranya adalah adiksi,” kata dia.
Berdasarkan sejumlah penelitian, sekitar 33 hingga 39 persen siswa sekolah menengah atas dalam sampel tertentu masuk kategori kecanduan tingkat sedang hingga berat.
BACA JUGA:Status Tersangka Roy Suryo Cs Dikaitkan HAM Berat, Binsar Gultom: Tidak Ada Korelasinya
BACA JUGA:Nyaris 300 Ribu! Toyota Buatan RI Laris di Pasar Dunia, Ini Daftar Mobil yang Diburu Global
Angka tersebut menunjukkan lebih dari 30 persen siswa SMA berada pada level yang mengkhawatirkan dalam hal penggunaan gim.
Secara global, prevalensi adiksi gim berada di kisaran 1,96 hingga 3 persen populasi dunia. Kelompok dengan risiko tertinggi umumnya remaja laki-laki dan dewasa muda.
Sumber: