Komdigi Hadirkan DARA, Solusi Buat Anak yang Kebablasan Main Game
Komdigi luncurkan DARA, platform konsultasi adiksi game untuk lindungi anak dan remaja dari dampak kecanduan digital.-Foto: komdigi.go.id-
Indonesia sendiri menempati peringkat keempat sebagai negara dengan jumlah pemain gim terbesar di dunia, sehingga potensi kontribusi terhadap angka global cukup signifikan.
Meutya menyebut kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, Komdigi menghadirkan DARA sebagai solusi terpadu.
“Sehingga kita harapkan dengan layanan ini, anak-anak bisa datang dengan sendirinya untuk mencari pertolongan atau bantuan terhadap adiksi mereka terhadap games,” ujarnya.
Sebelumnya, Komdigi telah memperkenalkan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai pedoman sistem klasifikasi usia dalam permainan digital.
Regulasi tersebut diharapkan membantu orang tua dan anak memilih konten sesuai kategori umur.
Namun, bagi anak yang sudah mengalami adiksi, diperlukan pendekatan lebih komprehensif.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa DARA dapat diakses melalui situs resmi yang dilengkapi landing page berisi berbagai fitur edukatif.
Platform ini tidak hanya ditujukan bagi anak, tetapi juga keluarga, termasuk orang tua yang ingin memahami kondisi putra-putrinya.
Di dalamnya tersedia informasi mengenai gim, sistem rating IGRS, serta edukasi terkait kecanduan gim dan penggunaan gawai. DARA juga menghadirkan fitur chatbot interaktif.
“Bisa masuk bertanya langsung, mengenai gejala-gejala yang timbul. Setelah itu, kalau mereka masih ingin lagi dilakukan assessment, akan ada namanya form assessment, untuk melihat seberapa jauh tingkat kecanduannya,” jelas Edwin.
Setelah formulir asesmen diisi, sistem akan memberikan rekomendasi tindak lanjut.
“Diisilah form itu, kemudian setelah diisi, kemudian dari DARA akan melakukan rekomendasi, ini konsultasi ke mana, di situ nanti akan dibuat appointment dengan counselor-nya,” tambahnya.
Layanan konseling yang disediakan mencakup pertemuan daring maupun luring, sehingga memberi fleksibilitas bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan profesional.
Dengan konsep terpadu ini, DARA diharapkan menjadi ruang aman yang menggabungkan pendekatan preventif, edukatif, dan kuratif dalam satu sistem.
Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pengembangan industri digital, tetapi juga pada dampak sosial yang menyertainya.
Sumber: