Efek mengantuk setelah mengonsumsi donat juga dapat dipengaruhi oleh kombinasi karbohidrat olahan dan gula sederhana yang mudah dicerna tubuh.
BACA JUGA:Bibir Gelap Menahun? 4 Lip Serum Ini Siap Bikin Senyummu Cerah Instan!
BACA JUGA:Makeup Jadi Cakey? Hindari 6 Kesalahan Saat Menggunakan Powder Ini
Akibatnya, energi memang terasa meningkat dalam waktu singkat, tetapi tidak bertahan lama.
Setelah itu, tubuh justru merasa lesu sehingga produktivitas dapat menurun, terutama jika donat dikonsumsi sebagai camilan di tengah jam kerja atau sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi.
Selain menyebabkan rasa kantuk, konsumsi gula berlebihan secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Mulai dari kenaikan berat badan, obesitas, kerusakan gigi, hingga meningkatnya risiko penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2 apabila pola makan tidak dijaga dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, para ahli gizi menyarankan agar makanan tinggi gula dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak menjadi menu harian.
Bukan berarti donat harus dihindari sepenuhnya.
Masyarakat tetap dapat menikmati camilan ini sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Salah satu caranya adalah membatasi porsi konsumsi, memilih donat dengan topping yang tidak terlalu manis, serta mengimbanginya dengan makanan tinggi serat dan protein agar kadar gula darah lebih stabil.
Selain itu, penting untuk memperhatikan waktu mengonsumsi donat.
Mengonsumsi donat bersamaan dengan sumber protein seperti susu tanpa tambahan gula atau yogurt dapat membantu memperlambat penyerapan gula.
Aktivitas fisik ringan setelah makan, seperti berjalan kaki beberapa menit, juga dapat membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Kebutuhan gula setiap orang berbeda, tetapi organisasi kesehatan dunia menyarankan agar konsumsi gula tambahan dibatasi demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan juga menjadi langkah sederhana untuk mengontrol asupan gula setiap hari.