Anak Terlalu Sering Scroll Medsos, Benarkah Bisa Menurunkan Minat Baca?

Minggu 03-05-2026,14:40 WIB
Reporter : Putra
Editor : Sandi

Penting dipahami bahwa media sosial bukan musuh utama. Teknologi tetap memiliki manfaat besar jika digunakan dengan bijak.

Masalah muncul ketika penggunaannya tidak terkontrol.

Anak yang menggunakan media sosial untuk belajar, mencari informasi edukatif, atau menonton konten bermanfaat tentu berbeda dengan anak yang hanya scroll tanpa batas sepanjang hari.

Karena itu, yang dibutuhkan bukan larangan total, melainkan keseimbangan.

Orang tua perlu membantu anak memahami kapan waktu bermain gadget dan kapan waktu untuk membaca, belajar, serta berinteraksi di dunia nyata.

Peran Orang Tua Sangat Penting

Pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam membentuk kebiasaan digital anak.

Banyak kasus terjadi karena anak diberi akses gadget tanpa batas sejak usia dini.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua antara lain membatasi waktu screen time, membuat jadwal membaca harian, menyediakan buku yang menarik sesuai usia anak, dan memberi contoh langsung dengan kebiasaan membaca di rumah.

Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tua.

Jika orang tua sendiri lebih sering bermain ponsel daripada membaca, maka anak akan melakukan hal yang sama.

Menciptakan lingkungan rumah yang mendukung budaya membaca jauh lebih efektif dibanding hanya melarang anak bermain media sosial.

Sekolah Juga Punya Peran Besar

Selain keluarga, sekolah juga berperan penting dalam menjaga kemampuan literasi anak.

Program membaca rutin, perpustakaan yang menarik, dan pembelajaran yang interaktif dapat membantu anak kembali mencintai aktivitas membaca.

Guru juga perlu memahami bahwa tantangan literasi saat ini berbeda dengan masa lalu.

Kategori :