Anak Terlalu Sering Scroll Medsos, Benarkah Bisa Menurunkan Minat Baca?

Minggu 03-05-2026,14:40 WIB
Reporter : Putra
Editor : Sandi

Sebaliknya, anak yang jarang membaca akan lebih lambat memahami materi dan cenderung pasif dalam proses belajar.

Gangguan pada Perkembangan Bahasa

Membaca memiliki hubungan erat dengan perkembangan bahasa.

Anak yang rutin membaca akan memiliki perbendaharaan kata yang lebih luas dan kemampuan menyusun kalimat yang lebih baik.

Namun jika waktu membaca tergantikan oleh scrolling media sosial, maka proses pembelajaran bahasa juga ikut terganggu.

Konten media sosial sering kali menggunakan bahasa singkat, slang, atau bahkan kalimat yang tidak sesuai kaidah bahasa yang benar.

Jika anak terlalu sering terpapar pola bahasa seperti ini, kemampuan berbahasa formalnya bisa menurun.

Hal ini dapat memengaruhi kemampuan menulis, berbicara, hingga memahami soal pelajaran yang lebih kompleks.

Pengaruh pada Perkembangan Otak Anak

Masa anak-anak adalah fase penting perkembangan otak.

Pada usia ini, otak sangat aktif membentuk koneksi baru berdasarkan kebiasaan sehari-hari.

Jika anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk scrolling pasif dibanding aktivitas membaca aktif, maka stimulasi yang diterima otak juga berbeda.

Membaca membantu melatih imajinasi, logika, empati, dan pemecahan masalah.

Sementara scrolling cepat lebih banyak memicu respons singkat tanpa proses berpikir mendalam.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi cara anak belajar dan memproses informasi.

Bukan Berarti Media Sosial Harus Dilarang Total

Kategori :