OKINEWS.CO - Perkembangan teknologi digital membawa banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada kebiasaan anak-anak.
Jika dulu anak lebih sering menghabiskan waktu dengan membaca buku cerita, bermain di luar rumah, atau berinteraksi langsung dengan teman sebaya, kini banyak yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan smartphone sambil scroll media sosial tanpa henti.
Fenomena ini semakin umum terjadi di berbagai kalangan usia, bahkan pada anak-anak sekolah dasar.
Orang tua pun mulai khawatir ketika melihat anak lebih tertarik pada video singkat, konten hiburan instan, hingga tren viral dibandingkan membuka buku pelajaran atau membaca bacaan edukatif.
BACA JUGA:Perlindungan Anak di Era AI, OpenAI Ambil Langkah Tegas
BACA JUGA:Vespa Sprint Makin Digemari Anak Muda, Skuter Premium dengan Gaya Ikonik
Lalu muncul pertanyaan penting, apakah terlalu sering scroll media sosial benar-benar bisa membuat anak menjadi susah membaca?
Jawabannya adalah bisa, terutama jika kebiasaan tersebut dilakukan secara berlebihan tanpa pengawasan yang tepat.
Dampaknya bukan hanya pada minat baca, tetapi juga pada kemampuan memahami teks, konsentrasi, hingga perkembangan otak anak.
Scroll Cepat Membentuk Kebiasaan Otak Instan
BACA JUGA:GPT-5.5 Hadir: Terobosan AI OpenAI dalam Analisis Data dan Pemrograman
BACA JUGA:Lebih Pintar dari Mantan! Fitur AI Galaxy A57 5G Bikin Hidup Makin Mudah.
Media sosial dirancang untuk memberikan rangsangan cepat.
Video pendek, gambar menarik, notifikasi terus-menerus, dan pergantian konten dalam hitungan detik membuat otak terbiasa menerima informasi secara instan.
Anak yang terlalu sering mengonsumsi konten seperti ini akan cenderung sulit bertahan saat harus membaca teks panjang.