OKINEWS.CO - Dalam perhelatan Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona yang digelar awal Maret lalu, Qualcomm resmi meluncurkan prosesor mutakhir khusus perangkat wearable bernama Snapdragon Wear Elite.
Chipset ini digadang-gadang menjadi tonggak revolusi di industri gawai sandang berkat integrasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang jauh lebih matang.
Berbagai perangkat pintar, mulai dari jam tangan, gelang kebugaran, hingga aksesori pelengkap ponsel, diproyeksikan bisa beroperasi dengan tingkat interaktivitas yang belum pernah ada sebelumnya.
Secara garis besar, Qualcomm menghadirkan enam pilar peningkatan utama melalui arsitektur 3 nanometer (nm) terbarunya ini, mulai dari efisiensi daya hingga inovasi konektivitas.
BACA JUGA:Rahasia Teknologi Canggih di Balik Smartphone Samsung Modern
BACA JUGA:Bukan Gimmick, Teknologi Lofic Xiaomi 17 Ultra Bikin Hasil Foto Malam Lebih Real dari Mata Manusia
Spesifikasi dan Peningkatan Performa
Dibandingkan pendahulunya (Snapdragon W5+ Gen 2), Wear Elite menawarkan lompatan kinerja yang masif:
- Kecepatan Prosesor: Kemampuan CPU single-thread melonjak lima kali lipat. Konfigurasinya mengandalkan satu inti utama berkecepatan 2,1 GHz yang ditopang empat inti hemat daya dengan clock speed 1,95 GHz.
- Grafis Super Mulus: Pengolah grafis (GPU) beroperasi tujuh kali lipat lebih lancar. Menariknya, GPU baru ini kini sanggup menangani game beresolusi 1080p pada kecepatan 60 frame rate per second (fps)—sebuah fitur perdana di kelas perangkat wearable.
BACA JUGA:Gambar Super Detail! Ini 5 Rekomendasi CCTV Terbaik 2026, Mulai dari 500 Ribuan
BACA JUGA:Nano Banana 2 Resmi Hadir, Edit Foto Langsung di Google Search Tanpa Aplikasi Tambahan
Pemrosesan AI Langsung di Perangkat (On-Device AI)
Daya tarik paling menonjol dari Wear Elite terletak pada kehadiran NPU (Neural Processing Unit) Hexagon yang dipadukan dengan eNPU sekunder.
Kombinasi ini memampukan gawai menjalankan model AI hingga 2 miliar parameter secara lokal tanpa perlu terhubung ke internet atau cloud.