Dunia Pendidikan Kompak Dukung Pidsus Banyuasin, Kantor Kejaksaan Dipenuhi Karangan Bunga
kinerja kasi pidsus banyuasin mendapat apresiasi-Foto: IST-
OKINEWS.CO - Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Banyuasin mendadak berubah menjadi pusat perhatian masyarakat setelah dipenuhi ratusan papan bunga ucapan selamat dan dukungan. Karangan bunga yang tersusun rapi di sepanjang area depan kantor tersebut datang dari berbagai unsur pendidikan di Kabupaten Banyuasin.
Pemandangan ini bukan sekadar tradisi seremonial biasa. Kehadiran papan bunga tersebut mencerminkan bentuk apresiasi sekaligus dukungan moral terhadap kinerja aparat penegak hukum, khususnya jajaran Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Banyuasin yang dinilai tegas dalam menjalankan tugasnya.
BACA JUGA:Tablet Simpel Tapi Powerful, Galaxy Tab A9 Cocok Buat Mobile, Ini 3 Keunggulannya
BACA JUGA:Tablet Rp 4 Jutaan Rasa Flagship! XPad Edge Bikin Kerja dan Chill Makin Produktif
Dukungan Solid dari Kepala Sekolah dan Guru
Berdasarkan informasi yang beredar, karangan bunga tersebut berasal dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama Dewan Guru se-Kabupaten Banyuasin.
Para pendidik menyampaikan dukungan sebagai respons atas langkah hukum yang diambil terhadap oknum LSM yang dianggap mengganggu stabilitas lingkungan pendidikan.
Bagi para guru dan kepala sekolah, tindakan aparat hukum dipandang sebagai upaya menjaga kehormatan serta integritas dunia pendidikan.
Mereka menilai penegakan hukum yang tegas mampu memberikan rasa aman bagi tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar tanpa tekanan pihak tertentu.
Dukungan ini sekaligus menjadi bentuk harapan agar lingkungan sekolah tetap kondusif, sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara optimal dan berorientasi pada kualitas pembelajaran.
Kepemimpinan Tegas Kasi Pidsus Jadi Sorotan
Apresiasi yang diberikan juga tidak lepas dari sosok Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, H. Giovani, S.H., M.H. Ia dikenal sebagai aparat penegak hukum yang menjalankan tugas secara profesional dengan tetap menjunjung tinggi prinsip objektivitas dan keadilan.
Dalam setiap penanganan perkara, Giovani disebut mengedepankan prosedur hukum yang transparan serta berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kepercayaan publik, khususnya kalangan pendidik, terhadap institusi penegak hukum.
Sumber: