Era Digital Rawan Manipulasi, Lakukan Ini Agar Tidak Jadi Korban!
Marak penipuan digital! Simak tips paling ampuh amankan rekening dan transaksi online Anda dari modus penipuan siber di sini.-foto:ist-
OKINEWS.CO - Kepraktisan transaksi digital melalui aplikasi m-banking, dompet digital, hingga platform e-commerce telah mengubah lanskap ekonomi masyarakat secara drastis. Namun, seiring dengan melonjaknya aktivitas finansial berbasis internet, aksi kejahatan siber juga mengalami eskalasi yang signifikan.
Modus penipuan digital kini tidak lagi sekadar menggunakan cara-cara teknis yang rumit, melainkan lebih banyak memanfaatkan celah psikologis korbannya melalui teknik rekayasa sosial (social engineering).
Kasus manipulasi psikologis ini sering kali mengelabui masyarakat agar menyerahkan data finansial yang sangat rahasia secara sukarela.
Mulai dari iming-iming hadiah besar, penawaran diskon yang tidak masuk akal, modus Kurir Pengiriman Paket via file APK, hingga penyamaran sebagai pihak bank resmi.
BACA JUGA:Dari Cushion sampai Setting Spray, Hanasui Gaspol di Seri Next Level, Gen Z Wajib Lirik!
BACA JUGA:Sekali Tap, Langsung Glow! Cushion Andalan Ini Bikin Wajah Flawless Seharian
Oleh karena itu, membangun sikap kritis dan kewaspadaan tinggi saat melakukan aktivitas keuangan online menjadi keharusan di era modern saat ini.
Langkah pertama dan yang paling utama dalam membentengi diri adalah menjaga kerahasiaan data sensitif.
Ingatlah prinsip dasar bahwa pihak bank atau penyedia jasa keuangan resmi tidak akan pernah meminta kode One-Time Password (OTP), PIN, nomor CVV/CVC kartu kredit, maupun kata sandi Anda.
Jika ada pihak yang menghubungi Anda dan meminta informasi tersebut dengan alasan verifikasi akun atau pemblokiran rekening, dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan.
BACA JUGA:SK Kontrak PPPK Bisa Jadi Syarat Ajukan BRIGuna Karya BRI
BACA JUGA:Inilah Perbedaan Gaji PPPK dan Paruh Waktu Mulai Maret 2026
Langkah kedua adalah memeriksa keabsahan identitas pengirim pesan dan tautan.
Saat menerima pemberitahuan mengenai transaksi, hadiah, atau tagihan, jangan pernah terburu-buru mengklik tautan (link) yang dilampirkan.
Sumber: