Android Minggir Dulu, Ini Alasan Anak Muda Masih Naksir iPhone 16 Pro

Android Minggir Dulu, Ini Alasan Anak Muda Masih Naksir iPhone 16 Pro

Dengan jaminan pembaruan iOS jangka panjang, iPhone 16 Pro tetap layak dipertimbangkan sebagai smartphone premium di 2026-Foto: Ist-

OKINEWS.CO - Persaingan ponsel pintar di tahun 2026 menempatkan iPhone 16 Pro pada posisi yang menarik.

Walau Apple telah merilis generasi terbaru, model ini tetap menjadi perbincangan hangat karena menawarkan paket lengkap: performa konsisten, kamera kelas profesional, serta dukungan ekosistem Apple yang dikenal awet.

Dari tampilan luar, iPhone 16 Pro masih memancarkan aura flagship. Apple mengandalkan rangka berbahan titanium yang membuat bodinya terasa ringan namun solid di genggaman.

Desain ini memberi kesan eksklusif sekaligus fungsional, terutama bagi pengguna yang menginginkan ponsel premium untuk pemakaian jangka panjang.

BACA JUGA:Bukan Buat Kaum Mendang Mending, 5 Laptop Gaming Ini Kuat Main Game Berat dan Streaming Seharian

BACA JUGA:5 Provider Internet Swasta Terpopuler di Indonesia, Nomor 3 Paling Ngebut

Bezel layar yang semakin tipis juga membuat tampilannya tetap selaras dengan tren smartphone modern.

Urusan visual masih menjadi nilai jual utama. Panel Super Retina XDR OLED yang dipadukan dengan teknologi ProMotion 120Hz menyajikan tampilan tajam dan animasi yang mulus.

Aktivitas seperti scrolling media sosial, menonton video resolusi tinggi, hingga bermain gim terasa nyaman di mata.

Bagi kalangan milenial dan Gen Z yang lekat dengan konten digital, kualitas layar ini masih terasa sangat relevan.

BACA JUGA:Nggak Jago Editing? Santai, Wondershare Filmora Bantuin dari Nol, Edit Video Dijamin Sat Set!

BACA JUGA:Smartwatch Entry-Level Rasa Flagship, Ini Alasan Haylou Watch 4 Layak Dibeli, Dijamin Gak Boncos!

Di sektor performa, iPhone 16 Pro mengandalkan chipset A18 Pro yang hingga kini belum kehilangan taring.

Prosesor ini mampu menjalankan berbagai aktivitas berat, mulai dari multitasking intensif, gim grafis tinggi, hingga pengolahan konten berbasis kecerdasan buatan.

Sumber: