Pembelajaran Koding dan AI Mulai Diperkuat di Sekolah melalui Program ImajiNation 2026

Pembelajaran Koding dan AI Mulai Diperkuat di Sekolah melalui Program ImajiNation 2026

Program ImajiNation 2026 mulai memperkuat pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI) di sekolah sebagai upaya meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir logis, serta literasi digital peserta didik. Melalui pembelajaran berbasis teknologi dan pro-Foto_ist-

Kegiatan tersebut tidak selalu membutuhkan komputer karena konsep berpikir komputasional juga dapat dipelajari melalui permainan, kartu, gambar, atau aktivitas kelompok.

Pendekatan ini membantu siswa memahami dasar logika secara bertahap dan menyenangkan.

Sementara itu, siswa pada jenjang SMP dapat mulai mengenal pemrograman berbasis blok, pengolahan informasi, serta konsep dasar AI.

Pada jenjang SMA dan SMK, pembelajaran dapat berkembang ke pemrograman berbasis teks, analisis data, dan pemanfaatan AI dalam membuat proyek.

Materi tersebut dirancang secara berjenjang agar siswa tidak hanya mengenal teknologi, tetapi mampu memahami manfaat dan batas penggunaannya.

Program ImajiNation 2026 juga menempatkan guru sebagai bagian penting dalam keberhasilan pembelajaran.

Guru perlu memperoleh pelatihan, bahan ajar, serta dukungan yang sesuai agar dapat mengajarkan materi teknologi dengan cara yang mudah dipahami.

Penguatan kompetensi guru terus dilakukan melalui pelatihan dan pembelajaran digital agar akses pengembangan kemampuan dapat menjangkau lebih banyak pendidik. 

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran koding dan AI tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis.

Siswa juga perlu memahami etika, keamanan data, privasi, serta pentingnya memeriksa kembali informasi yang diperoleh melalui teknologi.

AI dapat membantu mencari ide, menyusun materi, atau mendukung proses belajar, tetapi hasilnya tetap perlu ditinjau secara kritis.

Kemampuan berpikir mandiri tetap menjadi bagian utama dalam pendidikan.

Penggunaan teknologi juga perlu disesuaikan dengan kondisi setiap sekolah.

Tidak semua satuan pendidikan memiliki perangkat dan jaringan internet yang sama.

Oleh karena itu, penerapan pembelajaran dapat dilakukan secara fleksibel, termasuk melalui kegiatan tanpa perangkat digital.

Sumber: