Pamit Berenang Berujung Petaka, Kertapati Berduka Hari Ini

Pamit Berenang Berujung Petaka, Kertapati Berduka Hari Ini

Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan remaja yang tenggelam di Sungai Keruk Kertapati dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif selama 24 jam.-Foto: Ist-

OKINEWS.COM - Operasi pencarian besar-besaran yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Sungai Keruk, Kecamatan Kertapati, akhirnya mencapai titik akhir yang memilukan. 

Setelah dinyatakan hilang terseret arus selama lebih dari dua puluh empat jam, remaja yang menjadi korban kecelakaan air tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi.

Penemuan ini sekaligus mengakhiri kecemasan warga meski menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga yang setia menunggu di bantaran sungai.

Kejadian bermula ketika korban dilaporkan sedang beraktivitas di sekitar pinggiran sungai bersama rekan-rekannya.

BACA JUGA:Lempar Temanmu ke Mulut Raksasa! Gila-gilaan Bareng di Game Titan Hunters

BACA JUGA:Jangan Suka Pamer! Film Ain Ingatkan Bahaya Penyakit Ain di Era Medsos

Naas, diduga karena arus bawah sungai yang cukup kuat atau kondisi fisik yang kelelahan, korban kehilangan kendali dan terseret masuk ke kedalaman air yang keruh.

Saksi mata di lokasi kejadian sempat berusaha memberikan pertolongan, namun cepatnya pergerakan air membuat posisi korban dengan cepat tidak lagi terlihat di permukaan.

Kepala Kantor Basarnas setempat mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam.

Strategi pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi beberapa sektor, termasuk penggunaan alat pendeteksi bawah air dan teknik penyelaman manual.

BACA JUGA:Jago Ngetik 10 Jari? Buktikan Nyalimu di Game Final Sentence!

BACA JUGA:Reza Arap Banting Setir Jadi Sutradara, Harusnya Horor Siap Pecahkan Bioskop 2026!

"Tubuh korban ditemukan tersangkut di dasar sungai pada radius beberapa puluh meter dari titik koordinat awal.

Tim langsung melakukan evakuasi menggunakan kantong jenazah untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," ungkap salah satu petugas di lapangan.

Kondisi Sungai Keruk yang memiliki karakteristik dasar berlumpur serta arus yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi para relawan dan petugas selama proses operasi berlangsung.

Warga sekitar yang berkerumun di lokasi kejadian tampak terdiam saat perahu karet tim SAR merapat ke tepian membawa jasad korban.

Isak tangis keluarga pecah saat memastikan bahwa sosok yang dievakuasi memang benar adalah anggota keluarga mereka yang hilang.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya bagi orang tua, untuk lebih waspada dalam mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar aliran sungai.

Mengingat cuaca yang sering berubah-ubah, debit air dan kecepatan arus sungai di wilayah Kertapati bisa meningkat secara mendadak tanpa peringatan.

Pihak berwenang mengimbau agar warga menghindari aktivitas berenang di area yang tidak memiliki pengawasan keselamatan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Kini, jenazah telah dibawa ke rumah duka untuk proses pemakaman, sementara garis polisi di sekitar lokasi kejadian mulai dilepaskan seiring dengan berakhirnya operasi SAR.

Sumber: