Inilah Perbedaan Gaji PPPK dan Paruh Waktu Mulai Maret 2026
skema gaji antara PPPK penuh waktu dan paruh waktu menunjukkan perbedaan yang cukup tajam.-Foto: IST-
Berbeda dengan skema penuh waktu, PPPK paruh waktu menerima penghasilan yang dihitung secara proporsional berdasarkan jam kerja efektif.
Rata-rata nilai yang diterima sekitar setengah dari gaji pokok pegawai penuh waktu pada golongan setara.
Sebagai gambaran, pegawai lulusan D3 di golongan II/c menerima kisaran Rp1,15 juta hingga Rp1,2 juta per bulan.
Lulusan S1 pada golongan III/a memperoleh sekitar Rp1,29 juta hingga Rp1,34 juta. Sedangkan lulusan S2 di golongan III/d berada pada rentang Rp1,46 juta hingga Rp1,52 juta.
Tunjangan bagi PPPK paruh waktu umumnya lebih terbatas. Hal ini membuat total pendapatan bulanan mereka tidak sebesar pegawai penuh waktu, meski tetap memberi peluang kerja yang lebih
BACA JUGA:Tabel Pinjaman Bank BRI untuk PNS dan PPPK, Bunga Ringan dan Tenor Fleksibel Hingga 15 Tahun
BACA JUGA:Bank BRI Luncurkan Pinjaman BRIGuna Karya untuk PNS dan PPPK Januari 2026 fleksibel.
Perbandingan Total Penghasilan
Jika melihat total penerimaan bulanan, perbedaan terlihat jelas. PPPK golongan III/a dengan status penuh waktu dapat memperoleh penghasilan lebih dari Rp6 juta per bulan setelah tunjangan dihitung. Sementara pegawai paruh waktu pada golongan sama hanya sekitar Rp3,3 juta, sehingga selisihnya mencapai sekitar Rp3 juta.
Pada tingkat pendidikan lebih tinggi, misalnya golongan III/c, pegawai penuh waktu bisa memperoleh lebih dari Rp7 juta per bulan.
Sedangkan pegawai paruh waktu hanya sekitar Rp3,5 juta, menciptakan selisih hingga sekitar Rp3,6 juta setiap bulan.
Pertimbangan Finansial dan Fleksibilitas
Dari sisi ekonomi, PPPK penuh waktu jelas memberikan stabilitas penghasilan yang lebih baik untuk jangka panjang. Hak tunjangan yang lebih lengkap juga menjadi penopang kesejahteraan pegawai.
Namun, skema paruh waktu tetap memiliki daya tarik bagi mereka yang membutuhkan fleksibilitas, seperti pekerja yang memiliki tanggung jawab lain atau ingin membagi waktu dengan kegiatan tambahan.
Pada akhirnya, pilihan antara penuh waktu atau paruh waktu tidak hanya bergantung pada besaran gaji, tetapi juga pada kebutuhan hidup, prioritas keluarga, serta rencana karier masing-masing individu.
Sumber: