Ngorok Bisa Picu Stroke? Ini Fakta Medisnya!

Ngorok Bisa Picu Stroke? Ini Fakta Medisnya!

???? “Ngorok bukan sekadar kebiasaan tidur — dokter saraf mengingatkan, bisa jadi sinyal bahaya yang meningkatkan risiko stroke.”-foto: ist-

OKINEWS.CO - Ngorok atau mendengkur saat tidur sering dianggap hal biasa, namun penelitian medis menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat menjadi gejala gangguan tidur yang berbahaya.

Dokter saraf menegaskan bahwa ngorok kronis bisa menandakan adanya obstructive sleep apnea (OSA) — kondisi di mana saluran napas tersumbat berulang kali saat tidur, menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah.

Menurut studi dari Cleveland Clinic dan jurnal Sleep Medicine Disorders, OSA berhubungan erat dengan peningkatan risiko stroke iskemik.

Saat seseorang mengalami henti napas berulang, tubuh mengalami hipoksia intermiten (kekurangan oksigen sesaat) yang memicu stres oksidatif, peradangan pembuluh darah, dan gangguan aliran darah ke otak.

BACA JUGA:Sarapan Telur Rebus, Kebiasaan Sederhana yang Berdampak Besar bagi Kesehatan

BACA JUGA:Keren Parah! Game Lokal Deadhand Theater Bawa Unsur Mistis Wayang Kulit ke Panggung Dunia

Dalam jangka panjang, hal ini dapat mempercepat terbentuknya plak dan penyempitan arteri otak.

Dokter saraf menjelaskan bahwa penderita OSA sering kali tidak menyadari risikonya.

Mereka mungkin hanya merasa mengantuk di siang hari, sulit konsentrasi, atau mengalami sakit kepala pagi.

Namun, di balik gejala ringan itu, terjadi perubahan fisiologis yang dapat memicu hipertensi, aritmia jantung, dan stroke.

BACA JUGA:Muhammad Nopriansyah, Sosok di Balik Promo Palembang yang Menghubungkan UMKM, Warga & Stakeholder Palembang

BACA JUGA:Shopee Permudah Belanja Bahan Makanan hingga Obat Bebas di Belanja Instant 1 Jam Tiba

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penderita OSA berat memiliki risiko stroke dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa gangguan tidur.

Bahkan, pasien stroke yang juga memiliki OSA cenderung mengalami pemulihan yang lebih lambat dan gangguan kognitif lebih berat.

Sumber: