BNI Cabang Kayuagung Terapkan Aplikasi Peduli Lindungi
KAYUAGUNG - Lembaga perbankan di Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI) mendukung penuh penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, bagi para karyawan hingga nasabahnya. Seperti BNI Cabang Kayuagung telah menerapkan aplikasi Pedulilindungi sejak tiga minggu lalu. Hal itu guna memberikan kenyamanan bagi nasabah saat bertransaksi secara langsung. Dimana barcode aplikasi telah di pasang di depan kantor pintu masuk. Pedulilindungi merupakan aplikasi untuk menelusuri kontak tracking & tracing demi memperkuat upaya penurunan penyebaran Covid-19. Para nasabah diwajibkan mengecek aplikasi Peduli Lindungi pada Hp masing-masing terlebih dahulu sebelum memasuki bank. Apabila belum ada aplikasi peduli lindungi diharuskan download. " Bank kita sudah terapkan aplikasi peduli lindungi sejak tiga minggu lalu, memang di awal-awal nasabah belum tahu, tapi setelah diinformasikan mereka mau mendownload, " ungkap pemimpin BNI cabang Kayuagung M Zulkifli melalui penyelia unit umum, M Ilham, kepada Sumeks. Co, Kamis (11/11). Menurut dia, pada saat awal penerapan aplikasi peduli lindungi ini masih tahap sosialisasi karena masih banyak nasabah yang belum tahu. Sehingga apabila ada nasabah butuh waktu cepat transaksi masih diperbolehkan masuk walaupun belum ada aplikasi tersebut. Tetapi sekarang ini nasabah apabila diwajibkan terapkan aplikasi itu tidak ada yang komplain. " Kalau untuk kendala dalam penerapan aplikasi peduli lindungi tidak ada hanya saja ada beberapa yang belum paham saja, " ucapnya. Dijelaskan Ilham, nasabah menyambut positif diberlakukannya aturan penerapan aplikasi Pedulilindungi. Ini berguna untuk memecah kerumunan saat bertaranskasi. Penerapan aplikasi ini merupakan instruksi kantor BNI pusat, dimana penerapannya bertahap. Lanjut dia, dengan adanya aplikasi dapat dirasakan tidak ada keramaian. Sedangkan untuk transaksi di bank sendiri tetap sama walaupun adanya penerapan aplikasi peduli lindungi. Bukan karena ada aplikasi itu transaksi di bank menjadi sepi. " Adapun kapasitas gedung kita untuk nasabah sebanyak 20 orang, kalau normal nya sebelum pandemi bisa 35-40 orang. Jadi kalau rami nasabah menunggu di luar gedung dahulu, " tutupnya. (nis)
Sumber: