Meski membawa baterai sangat besar, bodi A7 Pro Max 5G tetap dibuat relatif ramping.
Dimensinya sekitar 162,98 x 77,97 x 8,57 mm dengan bobot sekitar 224 gram untuk warna Hitam Rembulan dan 226 gram untuk Biru Laut.
OPPO menawarkan desain belakang 3D yang terinspirasi gelombang, dengan pilihan warna Hitam Rembulan dan Biru Laut pada versi Indonesia.
Bezel sisi layar juga dibuat tipis dengan ukuran sekitar 1,65 mm pada bagian tersempit.
Ketahanan perangkat juga menjadi perhatian.
OPPO A7 Pro Max 5G telah diuji dengan peringkat IP66, IP68, IP69, dan IP69K dalam kondisi laboratorium.
Smartphone ini juga menjalani pengujian ketahanan benturan berdasarkan metodologi MIL-STD-810H.
Namun, sertifikasi tersebut bukan berarti perangkat kebal terhadap seluruh kerusakan dalam penggunaan sehari-hari.
OPPO tetap mengingatkan pengguna agar tidak mengisi daya ketika perangkat dalam kondisi basah.
Dari sisi konektivitas, perangkat mendukung jaringan 5G, Wi-Fi 5, Bluetooth 5.1, NFC, GPS, GLONASS, BDS, Galileo, dan QZSS.
Sistem operasi yang digunakan adalah ColorOS 16.0.
Terdapat pula sensor sidik jari di bawah layar, pengenalan wajah, giroskop, kompas elektronik, sensor suhu warna, serta infrared remote control.
Untuk audio, perangkat menggunakan koneksi headphone melalui USB Type-C.
Dengan baterai 10.000 mAh, pengisian 80W, layar AMOLED 120Hz, kamera utama 50MP OIS, kamera selfie 50MP, serta konektivitas 5G, OPPO A7 Pro Max 5G menawarkan paket yang cukup lengkap untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai.
Berdasarkan harga peluncuran China, kisarannya setara Rp4,9 juta hingga Rp6,7 juta.
Namun, calon pembeli di Indonesia sebaiknya menunggu atau mengecek harga resmi OPPO Indonesia karena nominal lokal dapat berbeda setelah memperhitungkan konfigurasi, pajak, distribusi, dan promo penjualan.