ISPA Sering Menyerang, Kenali Gejala dan Pilihan Obat yang Bisa Meredakan Keluhan

ISPA Sering Menyerang, Kenali Gejala dan Pilihan Obat yang Bisa Meredakan Keluhan

ISPA masih menjadi salah satu gangguan pernapasan yang sering dialami masyarakat. Kenali gejalanya, cara meredakan keluhan, serta pilihan obat dan kandungannya sebelum menggunakannya.-foto:ist-

OKINEWS.CO - Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat.

Keluhannya dapat muncul mulai dari hidung tersumbat, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, demam hingga tubuh terasa lelah.

Kondisi tersebut dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah dan disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk virus dan bakteri.

Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.

BACA JUGA:Cara Berjemur yang Benar agar Tubuh Mendapat Manfaat Maksimal

BACA JUGA:Suplemen Penambah Stamina yang Wajib Dikonsumsi untuk Aktivitas Lebih Maksimal

Debu, asap kendaraan, asap rokok, serta kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan lingkungan dan menggunakan masker ketika berada di kawasan dengan paparan polusi tinggi.

Mengenali Gejala ISPA

Gejala ISPA dapat berbeda-beda tergantung penyebab dan bagian saluran pernapasan yang terinfeksi.

Keluhan yang umum antara lain batuk, pilek, hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, sakit kepala, demam dan kelelahan.

BACA JUGA:Jangan Sampai Salah Pilih! Jenis Roti Menentukan Kesehatan Anda

BACA JUGA:Waspada! Kebiasaan Makan Gorengan Setiap Hari Bisa Mengancam Kesehatan

Batuk juga dapat berupa batuk kering ataupun batuk yang disertai dahak.

Sebagian besar ISPA yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik.

Penanganannya lebih banyak diarahkan untuk mengurangi gejala, menjaga asupan cairan, cukup beristirahat dan memantau kondisi tubuh.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa antibiotik bukan obat untuk infeksi virus seperti flu biasa.

Pilihan Obat untuk Membantu Meredakan Gejala

Bagi masyarakat yang mengalami keluhan ringan, obat yang dijual bebas atau bebas terbatas dapat digunakan sesuai aturan pada kemasan dan kondisi masing-masing.

Berikut beberapa contoh merek yang tersedia di pasaran.

1. Panadol Flu & Batuk

Panadol Flu & Batuk dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu meredakan beberapa gejala flu yang disertai batuk tidak berdahak.

Produk ini mengandung parasetamol 500 mg, phenylephrine HCl 5 mg dan dextromethorphan HBr 15 mg per kaplet.

Parasetamol berfungsi sebagai pereda nyeri dan demam, phenylephrine sebagai dekongestan untuk membantu mengatasi hidung tersumbat, sedangkan dextromethorphan digunakan untuk membantu meredakan batuk tidak berdahak.

Harga Panadol Flu & Batuk 10 kaplet yang ditemukan di marketplace berada di kisaran Rp19.000–Rp22.000, meski harga dapat berbeda berdasarkan toko dan wilayah.

2. OBH Combi Antitussive

Untuk keluhan batuk kering atau tidak berdahak, salah satu produk yang tersedia adalah OBH Combi Antitussive.

Produk 60 ml ini mengandung dextromethorphan HBr 12,5 mg dan diphenhydramine HCl 7,5 mg. Kandungan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan batuk tidak berdahak yang disertai alergi.

Produk ini tidak ditujukan untuk batuk berdahak.

Kisaran harga OBH Combi Antitussive 60 ml yang ditemukan berada sekitar Rp16.000–Rp26.000, tergantung toko dan promo yang tersedia.

3. Actifed

Actifed merupakan obat kombinasi yang dapat digunakan untuk membantu meredakan gejala pilek dan hidung tersumbat.

Berdasarkan data BPOM, Actifed sirup mengandung pseudoephedrine hydrochloride 30 mg dan triprolidine hydrochloride 1,25 mg dalam setiap 5 ml.

Pseudoephedrine merupakan dekongestan, sementara triprolidine termasuk antihistamin.

Untuk Actifed sirup 60 ml, harga yang ditemukan di sejumlah marketplace berada sekitar Rp65.000–Rp80.000.

Harga dapat berubah mengikuti penjual, wilayah dan promosi.

Jangan Sembarangan Mengonsumsi Antibiotik

Hal penting yang perlu diperhatikan masyarakat adalah tidak membeli atau mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan dan resep dokter.

Antibiotik ditujukan untuk infeksi yang disebabkan bakteri, bukan untuk flu atau ISPA yang disebabkan virus.

Penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba, sehingga bakteri menjadi lebih sulit ditangani dengan obat.

Selain obat, perawatan sederhana dapat membantu proses pemulihan.

Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan jika tidak memiliki larangan medis, beristirahat, menjaga kebersihan tangan dan menghindari paparan asap rokok maupun polusi.

Untuk hidung tersumbat, kompres hangat, uap dan larutan saline dapat membantu memberikan rasa lebih nyaman.

Jika keluhan semakin berat, muncul sesak atau napas terasa berat, demam menetap, kondisi memburuk, atau gejala tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke dokter diperlukan.

Terlebih pada anak kecil, lansia, maupun orang dengan kondisi kesehatan tertentu, penanganan sebaiknya tidak ditunda.

Catatan: Kisaran harga di atas merupakan harga yang ditemukan dari sejumlah penjual dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Informasi obat bukan pengganti pemeriksaan dokter.

Selalu baca komposisi, peringatan, kontraindikasi dan aturan pakai pada kemasan.

Jangan menggabungkan beberapa obat flu/batuk tanpa memastikan kandungannya agar tidak terjadi penggunaan bahan aktif yang berulang.

Sumber: