Cuaca Pancaroba Mengintai, Dinkes Tarakan Ingatkan Ancaman ISPA dan DBD

Jumat 11-09-2026,22:29 WIB
Reporter : tasya
Editor : Sandi

Dalam upaya mencegah penyebaran DBD, masyarakat juga diminta untuk aktif melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M, yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Kebiasaan sederhana tersebut dinilai sangat efektif dalam mengurangi populasi nyamuk pembawa penyakit.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari gigitan nyamuk, terutama saat beraktivitas pada pagi dan sore hari.

Penggunaan obat antinyamuk atau kelambu saat tidur juga dapat menjadi langkah tambahan untuk mengurangi risiko penularan DBD.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk berkepanjangan, sesak napas, atau tanda-tanda yang mengarah pada DBD seperti munculnya bintik merah pada kulit dan nyeri otot, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Penanganan medis sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan kondisi pasien.

Dinkes Tarakan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama musim pancaroba.

Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sarang nyamuk.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan, diharapkan risiko penyebaran ISPA maupun DBD selama musim pancaroba dapat ditekan.

Kewaspadaan, deteksi dini, serta penerapan langkah-langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.

Kategori :