Cuaca Pancaroba Mengintai, Dinkes Tarakan Ingatkan Ancaman ISPA dan DBD

Cuaca Pancaroba Mengintai, Dinkes Tarakan Ingatkan Ancaman ISPA dan DBD

Cuaca pancaroba membuat risiko penyakit meningkat. Dinas Kesehatan Tarakan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap ISPA dan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang rentan muncul saat perubahan cuaca tidak menentu. Menjaga kebersihan lingkungan, menerap-foto:ist-

OKINEWS.CO - Perubahan cuaca yang terjadi pada musim pancaroba menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan.

Kondisi cuaca yang tidak menentu, dengan pergantian antara hujan dan panas dalam waktu singkat, dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Musim pancaroba merupakan masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau.

BACA JUGA:Ngorok Bisa Picu Stroke? Ini Fakta Medisnya!

BACA JUGA:Terungkap! Ini Alasan Milenial dan Gen Z Lebih Cepat Merasa 'Jompo' Menurut Riset

Pada periode ini, perubahan suhu dan kelembapan udara dapat memengaruhi daya tahan tubuh seseorang.

Apabila kondisi fisik menurun, tubuh menjadi lebih rentan terserang virus maupun bakteri penyebab gangguan kesehatan, salah satunya ISPA yang sering ditandai dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam.

Selain ISPA, DBD juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.

Curah hujan yang masih terjadi di beberapa wilayah berpotensi menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebaran virus dengue.

BACA JUGA:Probiotic Mouth Spray Peach Oolong Metoo, Sahabat Baru untuk Mulut Sehat dan Napas Segar

BACA JUGA:Konsumsi Jeruk Rutin Ternyata Berdampak Positif bagi Organ Tubuh

Jika tidak segera dilakukan langkah pencegahan, jumlah kasus DBD berpotensi meningkat, terutama di lingkungan padat penduduk.

Dinkes Tarakan mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit.

Sumber: