Kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera karena berpotensi membahayakan keselamatan pasien.
Tidak sedikit anak muda yang akhirnya harus mendapatkan cairan infus, pemeriksaan laboratorium, hingga perawatan intensif untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Para ahli gizi menilai bahwa tren diet di media sosial sering kali hanya menampilkan hasil akhir tanpa menjelaskan proses maupun risiko yang mungkin terjadi.
Banyak konten dibuat berdasarkan pengalaman pribadi, bukan rekomendasi medis.
Hal ini membuat sebagian orang meniru pola makan tersebut tanpa memahami apakah sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Selain risiko fisik, diet yang terlalu ketat juga dapat memengaruhi kesehatan mental.
Rasa takut makan, obsesi terhadap angka timbangan, hingga tekanan untuk memiliki tubuh tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan makan.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak panjang terhadap kualitas hidup seseorang.
Untuk menurunkan berat badan secara aman, para pakar menyarankan agar masyarakat menerapkan pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih sumber protein berkualitas, membatasi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, serta rutin berolahraga.
Penurunan berat badan yang berlangsung secara bertahap umumnya lebih aman dan lebih mudah dipertahankan dibandingkan