OKINESWS.CO- Media sosial telah menjadi sumber berbagai informasi, termasuk mengenai pola makan dan cara menurunkan berat badan.
Sayangnya, tidak semua tren yang viral memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Dalam beberapa waktu terakhir, tenaga kesehatan melaporkan meningkatnya jumlah anak muda yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti metode diet ekstrem yang populer di internet.
Sebagian di antaranya bahkan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi tubuh yang menurun drastis.
BACA JUGA:Jangan Kaget, Ini Daftar Harga Terbaru iPad dan MacBook yang Resmi Melonjak!
BACA JUGA:Infinix AI Glasses Resmi Diperkenalkan, Fitur AI dan Terjemahan Instan Jadi Andalan
Fenomena ini dipicu oleh keinginan banyak orang untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal dalam waktu singkat.
Berbagai tantangan diet, mulai dari hanya mengonsumsi satu jenis makanan, berpuasa terlalu lama, hingga membatasi kalori secara berlebihan, dianggap sebagai jalan pintas untuk menurunkan berat badan.
Padahal, setiap tubuh memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda sehingga metode tersebut belum tentu aman bagi semua orang.
Dokter menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan cairan dalam jumlah yang seimbang agar seluruh organ dapat bekerja dengan baik.
BACA JUGA:Push-up Setiap Hari, Benarkah Bisa Ubah Tubuh dalam Sebulan?
BACA JUGA:Sering Pakai High Heels? Dokter Bagikan Cara Aman agar Kaki Tetap Sehat
Ketika seseorang mengurangi asupan makanan secara drastis tanpa pengawasan tenaga kesehatan, tubuh akan mengalami kekurangan energi.
Akibatnya, muncul berbagai keluhan seperti pusing, lemas, mual, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan tekanan darah.
Dalam kasus yang lebih serius, diet ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, penurunan gula darah, kerusakan fungsi organ, hingga gangguan irama jantung.