OKINEWS. CO- Lanskap industri smartphone global kembali diguncang oleh keputusan strategis yang cukup mengejutkan.
OnePlus, merek yang awalnya dikenal luas sebagai “Flagship Killer” karena keberaniannya merilis ponsel spesifikasi dewa dengan harga miring, dilaporkan bersiap mengumumkan pengunduran diri sepenuhnya dari pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Langkah dramatis ini diambil setelah rumor mengenai restrukturisasi internal dan penutupan operasi di wilayah Barat berembus kencang sejak awal tahun.
Keputusan ini menandai akhir dari perjalanan panjang OnePlus dalam menantang dominasi para raksasa di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Smartwatch Bukan Sekadar Jam, Kini Jadi Asisten Pintar untuk Gaya Hidup Modern
BACA JUGA:Riset: Dua Merek Ini Kuasai 71 Persen Pasar Air Mineral Indonesia
Mundurnya OnePlus dari pasar Amerika Serikat tidak lepas dari himpitan krisis pasokan komponen global, terutama lonjakan harga memori (DRAM) yang terjadi sepanjang tahun berjalan.
Faktor ekonomi ini memaksa banyak vendor memutar otak, dan bagi OnePlus, ongkos logistik serta biaya produksi yang meroket membuat margin keuntungan mereka di pasar premium AS menjadi tidak lagi rasional.
Terlebih lagi, identitas OnePlus dalam beberapa tahun terakhir dinilai mulai memudar setelah produk-produk terbarunya dianggap sekadar mengubah nama (rebranding) dari produk sang induk perusahaan, Oppo.
Akibatnya, daya pikat unik yang dulu dielu-elukan oleh para antusias teknologi perlahan sirna.
BACA JUGA:Tak Hanya Stylish, Dompet Leher Multifungsi Bantu Simpan Kartu Lebih Aman
BACA JUGA:Jangan Sampai Marah Merusak Karier, Ini Cara Mengendalikan Emosi di Tempat Kerja
Keputusan besar ini tentu menjadi angin segar yang sangat menguntungkan bagi Apple dan Samsung.
Selama ini, pasar Amerika Serikat memang terkenal sangat protektif dan didominasi kuat oleh struktur duopoli.
Apple memegang kendali penuh atas ekosistem iOS, sementara Samsung menjadi penguasa absolut untuk perangkat berbasis Android.