OKINEWS.CO - Evolusi kecerdasan buatan tidak lagi hanya berkutat pada teks atau gambar statis.
Google kembali membuktikan dominasinya dalam teknologi generatif dengan menyematkan kemampuan baru pada Gemini AI.
Setelah sukses memukau pengguna lewat image generator Nano Banana dan teknologi video Veo, kini raksasa teknologi tersebut merilis Lyria 3—sebuah model AI inovatif yang mampu menyulap teks, gambar, hingga cuplikan video menjadi sebuah karya musik utuh.
Langkah ini semakin mengukuhkan posisi Gemini sebagai asisten virtual multimodal yang serba bisa, memperluas fungsinya dari sekadar perangkum dokumen atau pembuat gambar menjadi produser musik virtual pribadi Anda.
BACA JUGA:Tembus Global! Inovasi Kacamata AI Mahasiswa UI Banggakan Indonesia
BACA JUGA:Solusi Gamer Kere Hore: Top List Gamepad Berkualitas di Bawah 500 Ribu
Mengenal Lyria 3: Otak di Balik Musik Gemini
Berada di bawah payung riset Google DeepMind, Lyria 3 hadir sebagai generasi terbaru dari model pemrosesan audio mereka.
DeepMind sendiri merupakan ujung tombak Google yang sebelumnya sukses melahirkan Gemini, serta SynthID yang berfungsi sebagai pelindung hak cipta konten AI.
Berbeda dengan generator musik terdahulu, Lyria 3 menawarkan kecanggihan yang jauh melampaui sekadar menyusun nada.
BACA JUGA:Teknologi LumaColor Realme Uji Akurasi Warna Kamera di Shenzhen
BACA JUGA:YouTube Down Global: Video Gagal Putar dan Fitur Shorts Mendadak Hilang
Pengguna bahkan tidak perlu repot memikirkan lirik, karena sistem AI ini akan merangkai kata-katanya secara otomatis berdasarkan perintah (prompt) yang diberikan.
Lebih dari itu, model ini memberikan kendali tingkat tinggi kepada penggunanya untuk mengatur instrumen, warna vokal, tempo, hingga gaya musikalitasnya.
Hasil akhirnya adalah sebuah trek audio berdurasi 30 detik dengan kualitas studio yang terdengar sangat realistis.