OKINEWS.CO - Dalam beberapa tahun terakhir, tren lari santai di kalangan masyarakat semakin meningkat.
Kegiatan yang dulunya hanya dilakukan oleh atlet kini menjalar ke berbagai kalangan usia dan profesi.
Salah satu faktor pendorong utama tren ini adalah ketersediaan aplikasi lari digital yang membantu pelari mencatat waktu, kecepatan, rute, dan performa mereka.
Dua aplikasi yang paling sering dibicarakan saat ini adalah Strava dan Adidas Running App.
BACA JUGA:Tanpa Jarum, Tanpa Ribet: Rahasia Kulit Kencang ala Wardah
BACA JUGA:Rahasia Kulit Sebening Kristal dengan SK-II Facial Treatment Essence
Meski memiliki tujuan serupa, kedua aplikasi ini menawarkan pengalaman yang berbeda bagi penggunanya.
Strava dikenal luas sebagai aplikasi yang kuat dalam aspek sosial dan kompetisi.
Banyak pelari memilih Strava karena fitur komunitasnya yang aktif.
Pengguna dapat membentuk klub, mengikuti tantangan mingguan, serta berbagi prestasi lari secara langsung dengan teman atau grup lari mereka.
BACA JUGA:Rahasia Wangi Seharian: Perbandingan 5 Parfum Lokal Terbaik Tahun Ini
BACA JUGA:Inspirasi Outfit Imlek 2026, Qipao Batik Modern dari Casual hingga Formal
Selain itu, Strava juga menawarkan peta rute yang luas dan fitur segmentasi.
Segmen adalah bagian rute tertentu yang bisa dibandingkan antar pengguna.
Ini mendorong pelari untuk berlomba di segmen tersebut demi mendapatkan posisi terbaik di papan peringkat.