AI juga mulai merambah dunia penulisan digital. Artikel pendek, deskripsi produk, hingga caption media sosial dapat dihasilkan secara instan oleh sistem berbasis data dan tren.
Content writer yang hanya mengandalkan pola tulisan berulang berisiko tergeser.
Namun, kreativitas, sudut pandang personal, dan kemampuan storytelling masih menjadi keunggulan manusia yang sulit ditiru sepenuhnya oleh AI.
AI bukan semata ancaman, melainkan sinyal perubahan besar di dunia kerja.
Profesi yang menuntut kreativitas, empati, pemikiran kritis, dan strategi jangka panjang masih sangat bergantung pada manusia.
Oleh karena itu, peningkatan literasi digital, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar tenaga kerja tetap relevan di era kecerdasan buatan. (mg1)