Bukan Sekadar Alat Bantu Visual, Kacamata Kini Jadi Simbol Status dan Ekspresi Diri di Jakarta

Bukan Sekadar Alat Bantu Visual, Kacamata Kini Jadi Simbol Status dan Ekspresi Diri di Jakarta

Temukan tren kacamata terbaru 2026! Dari frame ramah lingkungan hingga lensa pintar AI, kacamata adalah aksesori gaya hidup yang tak terhentikan.-foto:ist-

OKINEWS.CO - Lanskap mode dan kesehatan mata di Indonesia sedang mengalami transformasi radikal.

Jika satu dekade lalu kacamata sering kali dianggap sebagai beban visual—perangkat berat yang hanya dipakai oleh kutu buku hari ini kacamata telah bermutasi menjadi instrumen ekspresi diri yang tak ternilai harganya. 

Pergeseran ini tidak hanya didorong oleh kebutuhan fungsional akibat peningkatan waktu layar digital, tetapi juga oleh inovasi material dan pemahaman baru mengenai kacamata sebagai aksesori mode utama.

Fenomena yang paling menonjol adalah kebangkitan bingkai (frame) yang ramah lingkungan. 

BACA JUGA:3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Mana yang Paling Worth It?

BACA JUGA:Smartwatch Bukan Sekadar Jam, Kini Jadi Asisten Pintar untuk Gaya Hidup Modern

Produsen kacamata terkemuka, baik global maupun lokal, mulai meninggalkan plastik berbasis minyak bumi dan beralih ke material berkelanjutan seperti asetat berbasis bio, kayu daur ulang, dan bahkan titanium ringan yang diproduksi secara etis. 

Konsumen kini lebih sadar akan jejak karbon mereka, dan kacamata tidak terkecuali. 

"Kita melihat pergeseran di mana konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang tidak hanya terlihat bagus tetapi juga melakukan kebaikan bagi planet ini," ujar Budi Santoso, seorang pengamat mode urban di Jakarta.

Selain material, teknologi lensa juga mengalami lompatan besar. 

BACA JUGA:All New TVS Callisto 110 Meluncur, Model Lama Stop Produksi

BACA JUGA:Riset: Dua Merek Ini Kuasai 71 Persen Pasar Air Mineral Indonesia

Di era di mana sindrom mata lelah digital (Digital Eye Strain) menjadi pandemi tersembunyi, lensa anti-radiasi atau blue-ray yang berkualitas tinggi kini menjadi standar baru.

Namun, inovasi tidak berhenti di sana. 

Sumber: