Panduan Anti-Zonk: Pilih AC Low Watt atau AC Inverter Biar Dompet Gak Menjerit
Tagihan listrik bengkak karena AC? Simak tips merawat AC tetap dingin, hemat energi, dan bebas kuman tanpa perlu sering panggil teknisi.-foto:ist-
OKINEWS.CO - Di tengah cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah perkotaan, Air Conditioner (AC) kini bukan lagi barang mewah, melainkan kebutuhan primer di setiap rumah dan perkantoran.
Alat penyejuk udara ini bekerja tanpa lelah demi menjaga kenyamanan penghuni ruangan dari sengatan udara luar.
Sayangnya, kenyamanan instan ini sering kali harus dibayar mahal dengan melonjaknya tagihan listrik bulanan.
Mayoritas pengguna tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari dalam mengoperasikan dan merawat AC justru menjadi pemicu utama pemborosan energi sekaligus memperpendek umur pakai mesin penyejuk tersebut.
BACA JUGA:Minum Kopi Tanpa Gula? Ini Deretan Manfaat Sehat yang Jarang Diketahui!
BACA JUGA:Shopee Permudah Belanja Bahan Makanan hingga Obat Bebas di Belanja Instant 1 Jam Tiba
Salah satu kesalahan atau "dosa" paling umum yang dilakukan pemilik AC adalah menyetel suhu remote langsung ke angka paling rendah—seperti 16 derajat Celsius—segera setelah menyalakan unit di siang hari yang terik.
Secara teknis, menyetel suhu serendah itu tidak akan membuat ruangan dingin lebih cepat.
Kompresor AC akan dipaksa bekerja ekstra keras dengan daya maksimal tanpa henti untuk mencapai suhu ekstrem tersebut, padahal suhu rata-rata ruangan di iklim tropis idealnya hanya berkisar antara 22 hingga 24 derajat Celsius.
Akibatnya, aliran listrik terus tersedot secara masif, sementara ruangan tetap sulit mencapai angka 16 derajat karena pengaruh suhu lingkungan luar.
BACA JUGA:Sawah Tanpa Lumpur? Teknologi Ini Ubah Wajah Pertanian Masa Depan!
BACA JUGA:Rahasia Tampil Elegan? Cincin Wanita Jadi Aksesori Favorit Kaum Hawa
Selain pemborosan listrik, abai terhadap kebersihan komponen internal AC juga menjadi bom waktu bagi kesehatan pernapasan.
Filter udara yang terletak di balik panel depan unit indoor berfungsi menyaring debu, bulu hewan, hingga spora jamur yang melayang di udara.
Sumber: