Gak Nyangka! Suzuki e Vitara Bisa Dibeli Rp 200 Jutaan, Tapi Ada Syaratnya
Suzuki e Vitara dijual Rp 200 jutaan di India lewat skema sewa baterai. Bandingkan dengan harga di Indonesia yang tembus Rp 755 juta.-Foto: Ist-
OKINEWS.CO - Produsen otomotif asal Jepang, Suzuki, mulai mendorong strategi baru untuk memperluas pasar kendaraan listrik dengan menghadirkan skema pembelian yang lebih fleksibel.
Salah satu gebrakan terbaru datang dari peluncuran Suzuki e Vitara versi terjangkau di India, yang kini bisa dimiliki mulai kisaran Rp 200 jutaan.
Namun, harga “ramah kantong” tersebut bukan untuk pasar Indonesia.
Program ini digagas oleh Maruti Suzuki India melalui skema Battery-as-a-Service (BaaS), yakni sistem di mana konsumen tidak membeli baterai, melainkan menyewanya secara terpisah.
BACA JUGA:Review Lengkap Suzuki APV Arena SGX 2025, MPV Luas untuk Keluarga Indonesia
Dengan skema BaaS, e Vitara dibanderol mulai 1.099.000 rupee atau sekitar Rp 204 jutaan.
Di luar harga tersebut, pengguna dikenakan biaya sewa baterai sebesar 3,99 rupee per kilometer (sekitar Rp 750/km).
Perlu dicatat, biaya ini belum termasuk pengisian daya, pajak, asuransi, dan kewajiban lainnya.
Pihak perusahaan menilai pendekatan ini mampu menjawab kekhawatiran konsumen soal mahalnya baterai kendaraan listrik.
BACA JUGA:Suzuki e-Vitara Resmi Hadir! SUV Listrik Futuristik dengan Teknologi Modern
BACA JUGA:Spesifikasi Suzuki DR-Z4SM 2026: Moge Supermoto yang siap rilis di Indonesia tahun ini
Senior Executive Officer Marketing and Sales Maruti Suzuki India Limited, Partho Banerjee, menegaskan bahwa strategi ini dirancang agar e Vitara menjadi pilihan utama di segmen EV.
Mobil listrik ini diklaim memiliki jarak tempuh impresif hingga lebih dari 543 km dalam sekali pengisian penuh.
Sumber: