Gak Nyangka! Suzuki e Vitara Bisa Dibeli Rp 200 Jutaan, Tapi Ada Syaratnya

Gak Nyangka! Suzuki e Vitara Bisa Dibeli Rp 200 Jutaan, Tapi Ada Syaratnya

Suzuki e Vitara dijual Rp 200 jutaan di India lewat skema sewa baterai. Bandingkan dengan harga di Indonesia yang tembus Rp 755 juta.-Foto: Ist-

Dukungan ekosistem pengisian daya juga menjadi nilai tambah untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Indonesia.

Suzuki e Vitara dipasarkan dengan harga mulai Rp 755 juta, menjadikannya model termahal Suzuki di Tanah Air saat ini.

Varian yang dijual di Indonesia dibekali baterai LFP berkapasitas 61 kWh dengan kemampuan jelajah hingga 428 km.

Pengisian daya dapat dilakukan melalui AC Type 2 maupun fast charging DC CCS2.

Di pasar domestik, konsep BaaS sebenarnya sudah mulai diterapkan oleh produsen lain.

Polytron menjadi salah satu yang menawarkan skema serupa untuk lini mobil listriknya, seperti Polytron G3 dan Polytron G3+.

Melalui sistem sewa baterai, harga awal kendaraan bisa ditekan signifikan.

Polytron G3 misalnya, dijual Rp 299 juta dengan skema sewa baterai, dibanding Rp 419 juta jika baterai dibeli langsung.

Selisih mencapai Rp 120 juta. Untuk G3+, harga menjadi Rp 339 juta (BaaS) dibanding Rp 459 juta untuk pembelian penuh.

Skema seperti ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik tanpa harus terbebani biaya awal yang tinggi, sekaligus menjadi solusi alternatif di tengah harga baterai yang masih mahal. 

Sumber: