Streaming Makin Mahal? Ini Update Harga Paket Netflix Standard dan Premium
Netflix resmi menaikkan tarif berlangganan untuk paket Standard dan Premium, serta memberlakukan penyesuaian biaya tambahan bagi pengguna fitur berbagi akun (extra member).-Foto: Ist-
1. Paket Standard dengan Iklan
Paket ini sebelumnya menjadi opsi primadona bagi pengguna yang ingin berlangganan dengan harga lebih terjangkau.
Namun, tarifnya kini mengalami penyesuaian dari yang sebelumnya seharga USD8 atau kisaran Rp130 ribuan, kini naik menjadi USD9 atau sekitar Rp145 ribuan per bulan.
Meskipun ada kenaikan, paket ini tetap menawarkan akses ke berbagai konten menarik dengan sisipan jeda iklan komersial.
2. Paket Standard Tanpa Iklan
Bagi pengguna yang mementingkan kenyamanan dan tidak ingin terganggu oleh tayangan promosi saat menikmati serial favorit, Paket Standard tanpa iklan juga mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.
Harga paket ini naik dari USD18 atau kisaran Rp290 ribuan menjadi USD20 atau sekitar Rp320 ribuan per bulannya.
3. Paket Premium
Sebagai kasta tertinggi yang menawarkan fitur menonton dengan kualitas gambar resolusi sangat tajam Ultra HD (4K) serta audio spasial yang memanjakan telinga, Paket Premium tidak luput dari imbas kenaikan.
Harga paket ini resmi meroket dari USD25 atau sekitar Rp400 ribuan, menjadi USD27 atau berada di kisaran Rp435 ribuan per bulan.
Biaya Tambahan Fitur Berbagi Akun (Extra Member)
Selain kenaikan pada paket tayangan utama, Netflix juga mengonfirmasi penyesuaian tarif untuk fitur berbagi akun yang belakangan ini gencar ditertibkan oleh perusahaan.
Bagi pengguna yang ingin menambahkan anggota keluarga atau teman di luar rumah ke dalam akun utama mereka, berikut rincian biaya tambahannya:
- Tambah anggota (paket dengan iklan): Dikenakan tarif sebesar USD8 atau sekitar Rp130 ribuan per bulan.
- Tambah anggota (tanpa iklan): Dikenakan tarif sebesar USD10 atau sekitar Rp160 ribuan per bulan.
Kabar mengenai kenaikan tarif dan biaya ekstra ini tidak pelak memicu beragam reaksi pro dan kontra dari para pelanggan di berbagai penjuru dunia.
Sebagian pengguna merasa cukup keberatan, terutama di tengah ketatnya persaingan layanan streaming saat ini di mana banyak platform kompetitor menawarkan alternatif harga yang jauh lebih bersahabat.
Sumber: