Nikon Z5II juga menawarkan kemampuan video yang cukup lengkap.
Kamera ini dapat merekam video hingga 4K 60p, sedangkan pada mode tertentu tersedia opsi perekaman dengan crop.
Dukungan tersebut membuat kamera tidak hanya cocok untuk fotografi, tetapi juga dapat digunakan oleh kreator konten yang membutuhkan perangkat untuk produksi video.
Kehadiran fitur stabilisasi gambar dalam bodi atau 5-axis VR turut membantu mengurangi efek guncangan ketika kamera digunakan tanpa tripod.
Di kelas yang lebih tinggi, Nikon memiliki Nikon Z6III yang membawa sensor full-frame 24,5 MP partially stacked.
Model ini dirancang untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, terutama untuk fotografi aksi, olahraga, satwa, maupun produksi video.
Kamera tersebut memiliki kemampuan continuous shooting hingga 14 fps menggunakan mechanical shutter dan dapat mencapai kecepatan lebih tinggi menggunakan electronic shutter dalam kondisi tertentu.
Nikon Z6III juga menjadi salah satu kamera mirrorless yang menarik bagi videografer karena mampu merekam video hingga 6K 60p RAW.
Kamera ini menggunakan electronic viewfinder beresolusi tinggi dengan refresh rate yang cepat sehingga membantu pengguna mengikuti objek bergerak.
Sistem autofocus-nya juga dirancang untuk mengenali manusia, hewan, kendaraan, dan berbagai subjek lainnya.
Sementara itu, pengguna profesional yang mengutamakan resolusi tinggi dapat mempertimbangkan Nikon Z8.
Kamera ini membawa sensor full-frame stacked CMOS 45,7 MP dan prosesor EXPEED 7.
Resolusi besar tersebut memberikan ruang lebih luas untuk melakukan cropping foto tanpa terlalu banyak kehilangan detail.
Z8 juga mendukung perekaman video 8K UHD, sehingga dapat digunakan untuk produksi konten dengan kebutuhan resolusi tinggi.
Dari sisi desain, kamera mirrorless Nikon Z Series menggunakan Nikon Z mount.
Sistem ini memungkinkan pengguna memilih berbagai lensa NIKKOR Z, mulai dari lensa wide-angle, standar, telefoto hingga lensa makro.