OKINEWS.CO - Framework Laptop 13 Pro menjadi salah satu laptop menarik yang menawarkan pendekatan berbeda di tengah persaingan perangkat komputer premium.
Tidak hanya mengutamakan performa dan desain, laptop ini dirancang dengan konsep modular yang memungkinkan sejumlah komponennya diganti atau ditingkatkan sesuai kebutuhan pengguna.
Framework Laptop 13 Pro hadir dengan bodi berbahan aluminium hasil proses CNC yang memberikan tampilan premium sekaligus konstruksi yang kokoh.
Laptop ini memiliki ketebalan sekitar 15,85 milimeter dengan bobot kurang lebih 1,4 kilogram.
Ukuran tersebut membuatnya cukup ringkas untuk dibawa bepergian, tetapi tetap menawarkan spesifikasi yang ditujukan untuk pengguna profesional.
Pada bagian dapur pacu, Framework Laptop 13 Pro menggunakan prosesor Intel Core Ultra Series 3.
Pilihan prosesornya mencakup Intel Core Ultra 5 325, Intel Core Ultra X7 358H, hingga Intel Core Ultra X9 388H.
Intel Core Ultra 5 325 memiliki 8 core dan 8 thread dengan kecepatan hingga 4,5 GHz.
Sementara itu, Core Ultra X7 358H dan Core Ultra X9 388H sama-sama membawa 16 core dan 16 thread.
Kecepatan maksimalnya masing-masing mencapai 4,8 GHz dan 5,1 GHz.
BACA JUGA:Body Toner Sonik Scents, Solusi Praktis untuk Kulit Tubuh yang Tampak Lebih Segar
BACA JUGA:OPPO Reno16 5G Resmi di Indonesia, Bawa Kamera 50MP dan Baterai Besar
Untuk pengolahan grafis, varian Core Ultra 5 325 menggunakan Intel Graphics dengan empat Xe-core.
Sedangkan varian Core Ultra X7 358H dan X9 388H dibekali Intel Arc B390 dengan 12 Xe-core.
Konfigurasi tersebut memberikan kemampuan grafis yang lebih tinggi untuk berbagai aktivitas seperti pengeditan foto, video, pekerjaan desain, hingga penggunaan aplikasi produktivitas yang membutuhkan performa lebih.
Framework Laptop 13 Pro juga membawa kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan melalui Neural Processing Unit atau NPU.
BACA JUGA:Investasi Gaya Kasual: Mengapa Sandal Lacoste Menjadi Incaran Pecinta Fashion Urban?
BACA JUGA:Honda Vario 125 Masih Jadi Pilihan, Ini Spesifikasi dan Harga yang Perlu Diketahui
Kemampuan NPU pada perangkat ini dapat mencapai hingga 50 TOPS pada konfigurasi tertentu.
Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah penggunaan LPCAMM2 untuk memori.
Teknologi ini menggunakan memori LPDDR5X dengan bandwidth tinggi dan konsumsi daya yang lebih efisien.
Berbeda dari banyak laptop tipis yang menggunakan RAM tersolder, Framework mempertahankan konsep modular sehingga memori dapat diganti atau ditingkatkan.
Kapasitas RAM yang tersedia dimulai dari 16GB, dengan konfigurasi lebih tinggi yang mencapai 32GB.
Untuk penyimpanan internal, Framework Laptop 13 Pro menggunakan SSD NVMe dan tersedia dengan kapasitas hingga 8TB.
Kapasitas tersebut membuat laptop ini cukup fleksibel untuk pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan besar.
Bagian layar juga menjadi salah satu keunggulan perangkat. Framework Laptop 13 Pro menggunakan panel berukuran 13,5 inci dengan rasio 3:2.
Resolusinya mencapai 2880 x 1920 piksel atau 2.8K, sehingga mampu memberikan tampilan yang tajam.
Layarnya juga mendukung touchscreen dan refresh rate adaptif hingga 120Hz.
Tingkat kecerahannya mencapai sekitar 700 nit dengan cakupan warna 100 persen sRGB.
Rasio 3:2 memberikan ruang vertikal yang lebih luas dibandingkan layar laptop dengan rasio 16:9, sehingga cukup menarik untuk aktivitas seperti mengetik dokumen, coding, browsing dan pekerjaan produktivitas.
Framework Laptop 13 Pro menggunakan baterai berkapasitas besar yang diklaim mampu memberikan daya tahan hingga sekitar 20 jam dalam kondisi pengujian tertentu.
Namun, daya tahan sebenarnya tetap bergantung pada tingkat kecerahan layar, aplikasi yang digunakan, koneksi internet dan konfigurasi perangkat.
Konsep modular menjadi pembeda utama laptop ini.
Framework menyediakan sistem Expansion Card yang memungkinkan pengguna menentukan jenis port yang ingin digunakan.
Pilihannya mencakup USB-C, USB-A, HDMI, DisplayPort, Ethernet, MicroSD hingga SD.
Framework Laptop 13 Pro juga tersedia dalam versi DIY.
Melalui versi tersebut, pengguna dapat menentukan sendiri sejumlah komponen seperti RAM, SSD dan sistem operasi.
Konsep ini memberikan keleluasaan bagi pengguna yang terbiasa merakit atau melakukan upgrade perangkat komputer.
Untuk harga, Framework Laptop 13 Pro versi DIY dengan Intel Core Ultra 5 325 dibanderol mulai sekitar US$1.199.
Sementara konfigurasi siap pakai atau pre-built memiliki harga mulai sekitar US$1.599.
Jika dikonversikan dengan kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS, harganya berada di kisaran Rp19,2 juta hingga Rp25,6 juta.
Harga di Indonesia dapat berbeda karena faktor kurs, pajak, pengiriman dan ketersediaan produk.
Dengan kombinasi prosesor Intel Core Ultra Series 3, layar 2.8K touchscreen, RAM LPCAMM2, penyimpanan hingga 8TB dan konsep modular, Framework Laptop 13 Pro menawarkan pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan laptop premium sekaligus perangkat yang dapat dipertahankan dan di-upgrade dalam jangka panjang.