Fitur ini menjadi bagian dari sistem kamera Pro yang ditawarkan Google pada Pixel 11 Pro XL.
Google juga memperkenalkan Instant Night Sight pada Pixel 11 Pro dan Pro XL.
Fitur tersebut dirancang untuk mempercepat proses pengambilan foto dalam kondisi minim cahaya hingga 4,5 kali dibandingkan sebelumnya, berdasarkan klaim Google.
Pixel 11 Pro XL membawa baterai dengan kapasitas tipikal 5.115 mAh atau minimum 5.000 mAh Google mengklaim perangkat mampu memberikan daya tahan lebih dari 30 jam.
Untuk pengisian melalui kabel, perangkat mendukung pengisian cepat hingga 75 persen dalam sekitar 30 menit menggunakan charger USB-C PPS 45W atau lebih tinggi.
Pengisian nirkabel menggunakan Pixelsnap yang telah mendukung standar Qi2.2 dengan daya hingga 25W.
Google juga menyebut Pixel 11 Pro XL dapat memperoleh tambahan sekitar 15 jam penggunaan hanya dengan pengisian selama 15 menit melalui kabel dalam kondisi yang sesuai.
Selain spesifikasi perangkat keras, Google membawa sejumlah fitur berbasis AI ke Pixel 11 Pro XL.
Salah satunya adalah integrasi Gemini yang dirancang untuk membantu pengguna melakukan berbagai aktivitas langsung melalui perangkat.
Ada pula fitur HiLight, yaitu sistem lampu pada bagian belakang perangkat yang dapat memberikan tanda visual tertentu ketika pengguna menerima informasi atau berinteraksi dengan Gemini.
Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan pemberitahuan tanpa harus langsung melihat layar.
Google juga menjanjikan tujuh tahun pembaruan sistem operasi, keamanan, dan Pixel Drop untuk perangkat Pixel 11.
Hal ini membuat dukungan software menjadi salah satu bagian penting dari smartphone flagship tersebut.
Secara keseluruhan, Google Pixel 11 Pro XL membawa kombinasi layar besar 6,8 inci, Tensor G6, RAM hingga 16 GB, kamera utama 50 MP, telefoto 48 MP, baterai 5.115 mAh, serta berbagai fitur AI.
Dengan harga awal sekitar Rp21 jutaan berdasarkan konversi harga AS, perangkat ini menyasar segmen smartphone flagship dengan fokus kuat pada foto