Oleh sebab itu, sekolah dan perguruan tinggi perlu memberikan aturan yang jelas mengenai penggunaan AI.
Siswa juga perlu memahami bahwa menggunakan AI untuk belajar berbeda dengan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada AI.
Teknologi sebaiknya digunakan untuk membantu memahami materi, mencari ide, atau mengevaluasi pemahaman, sementara keputusan dan hasil akhir tetap menjadi tanggung jawab siswa.
Keterampilan Digital Semakin Penting
Perubahan pendidikan di era AI membuat kemampuan menggunakan teknologi menjadi semakin penting.
Namun, keterampilan digital tidak hanya berarti mampu menggunakan aplikasi.
Siswa juga perlu mengetahui cara menilai apakah informasi yang diperoleh dapat dipercaya.
Kemampuan mencari sumber, membandingkan informasi, memahami keterbatasan AI, menjaga privasi, dan menggunakan teknologi secara etis akan menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Bagi guru, peningkatan kemampuan digital juga menjadi kebutuhan.
Guru perlu memahami cara kerja dasar AI agar dapat mengarahkan siswa dalam menggunakan teknologi dengan tepat.
Pendidikan Masa Depan Tidak Hanya Tentang Teknologi
Meskipun AI berkembang dengan cepat, pendidikan pada dasarnya tetap berhubungan dengan manusia.
Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi pendidikan juga bertujuan membentuk karakter, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta cara seseorang mengambil keputusan.
Karena itu, masa depan pendidikan kemungkinan bukan tentang menggantikan guru dengan AI, melainkan menggabungkan kemampuan manusia dengan teknologi.
AI dapat mengambil bagian dalam pekerjaan yang bersifat teknis dan membantu menyediakan informasi, sedangkan guru tetap memiliki peran dalam membimbing, memberikan konteks, dan membangun hubungan dengan siswa.
Pada akhirnya, perubahan terbesar dari hadirnya AI dalam pendidikan bukan sekadar penggunaan aplikasi baru.