Layar ini memiliki resolusi 2.520 x 1.080 piksel dengan refresh rate hingga 165Hz.
Tingkat kecerahan puncaknya disebut mencapai 6.000 nits serta mendukung teknologi seperti Dolby Vision dan HDR10+.
Konsep tersebut membuat Razr Fold dapat digunakan seperti smartphone konvensional saat tertutup dan berubah menjadi perangkat dengan layar luas ketika dibuka.
Pengguna dapat memanfaatkan ruang tambahan untuk membaca dokumen, menjalankan beberapa aplikasi, menonton video, hingga melakukan pekerjaan produktivitas.
Performa Snapdragon untuk Kebutuhan Berat
Di sektor dapur pacu, Motorola Razr Fold mengandalkan Snapdragon 8 Gen 5.
Chipset ini dirancang untuk memberikan performa tinggi sekaligus mendukung berbagai kebutuhan seperti multitasking, pengolahan foto dan video, hingga bermain gim.
Untuk pasar Indonesia, perangkat ini hadir dengan konfigurasi RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB.
Sementara konfigurasi global tertentu menawarkan RAM 16GB dan penyimpanan 512GB.
Kapasitas memori yang besar menjadi salah satu aspek penting karena layar foldable memungkinkan pengguna menjalankan lebih banyak aktivitas secara bersamaan.
Motorola juga membekali perangkat dengan fitur berbasis AI melalui Moto AI dan integrasi Google Gemini.
Tiga Kamera 50 MP Jadi Andalan Fotografi
Motorola Razr Fold membawa sistem kamera belakang yang terdiri dari tiga sensor 50 MP.
Konfigurasi tersebut ditujukan untuk memberikan fleksibilitas fotografi dalam berbagai kondisi.
Kamera utamanya menggunakan sensor beresolusi 50 MP, kemudian dipadukan dengan kamera ultrawide dan kamera telefoto.
Kombinasi ini memungkinkan pengguna mengambil foto dengan sudut pandang lebih luas sekaligus mendapatkan kemampuan zoom optik untuk objek yang berada lebih jauh.