Produk tersebut tersedia dalam sejumlah shade, termasuk Molly, Moiselle, Maiden, Honey, CORA, Baby Love, dan Flamingo.
SOMETHINC juga mencantumkan klaim tahan air dan keringat pada produknya.
Tekstur cream-to-powder membuat blush dapat digunakan secara bertahap.
Bagi pemula, metode tersebut dapat membantu menghindari penggunaan warna yang terlalu tebal pada sekali aplikasi.
Sesuaikan Blush dengan Undertone
Selain memilih produk, warna menjadi bagian penting ketika menggunakan blush on.
Undertone kulit dapat menjadi salah satu pertimbangan agar warna blush terlihat lebih menyatu.
Wardah menyebut warna peach, orange, warm rose, dan mauve dapat dipertimbangkan untuk warm undertone.
Sementara itu, neutral undertone cenderung lebih fleksibel dengan warna seperti rose, nude pink, dusty peach, dan soft coral.
Untuk cool undertone, warna pink lembut, berry, atau plum dapat menjadi pilihan.
Teknik pengaplikasian juga tidak kalah penting.
Blush sebaiknya digunakan secara bertahap agar intensitas warnanya dapat dikontrol.
Terlalu banyak produk dalam satu waktu justru dapat membuat makeup terlihat berat.
Pada akhirnya, tidak ada satu blush on yang cocok untuk semua pengguna.
Tekstur, warna, jenis kulit, serta hasil akhir yang diinginkan perlu dipertimbangkan sebelum memilih.
Dengan produk dan teknik yang sesuai, blush on dapat menjadi sentuhan sederhana untuk membuat wajah terlihat lebih segar tanpa harus menggunakan makeup berlebihan.