Banyak orang dengan kulit berminyak menghindari pelembap karena takut wajah semakin licin.
Padahal, pelembap tetap diperlukan agar keseimbangan kadar air pada kulit terjaga.
Gunakan pelembap bertekstur gel atau water-based yang ringan sehingga mudah menyerap tanpa meninggalkan rasa lengket.
Selain itu, penggunaan sunscreen setiap pagi tidak boleh dilewatkan.
Pilih tabir surya dengan label non-comedogenic dan hasil akhir matte agar kulit tetap terlindungi dari paparan sinar ultraviolet tanpa membuat wajah semakin berminyak.
Kebiasaan menyentuh wajah terlalu sering juga perlu dihindari.
Tangan yang kotor dapat memindahkan bakteri dan minyak tambahan ke permukaan kulit sehingga memicu timbulnya jerawat.
Jika wajah mulai mengilap saat beraktivitas, gunakan kertas minyak (oil blotting paper) untuk menyerap minyak berlebih tanpa merusak riasan maupun lapisan skincare.
Pola makan juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
Perbanyak konsumsi sayur, buah, air putih, serta makanan yang kaya antioksidan.
Sebaliknya, batasi makanan tinggi gula dan lemak jenuh jika dirasa memperburuk kondisi kulit.
Tidur yang cukup dan mengelola stres juga membantu menjaga keseimbangan hormon yang berperan dalam produksi minyak.
Eksfoliasi satu hingga dua kali dalam seminggu dapat membantu mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.
Namun, jangan melakukannya secara berlebihan karena dapat menyebabkan iritasi. Pilih produk eksfoliasi yang sesuai dengan kondisi kulit agar manfaatnya lebih optimal.
Merawat wajah berminyak membutuhkan konsistensi, bukan penggunaan produk yang mahal.
Dengan memilih skincare yang tepat, menjaga kebersihan wajah, menerapkan pola hidup sehat, serta menghindari kebiasaan yang memicu produksi minyak berlebih, kulit dapat terlihat lebih bersih, segar, dan sehat setiap hari.