Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat dibandingkan makanan olahan tinggi gula sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil. Kondisi ini membuat tubuh memperoleh pasokan energi secara bertahap tanpa mengalami penurunan energi yang drastis.
Buah-buahan segar juga dapat melengkapi menu sarapan. Pisang, apel, jeruk, maupun beri mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Sementara itu, yogurt tanpa tambahan gula dapat menjadi sumber protein sekaligus probiotik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan.
Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi gula, minuman manis, atau makanan cepat saji saat sarapan sebaiknya dibatasi.
Meski dapat memberikan rasa kenyang dalam waktu singkat, jenis makanan tersebut sering kali menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan energi beberapa jam kemudian.
Akibatnya, seseorang lebih cepat merasa lapar, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
Sarapan yang bergizi tidak harus mahal maupun rumit.
Menu seperti telur rebus, tumis bayam, sepotong roti gandum, dan satu porsi buah sudah mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dasar di pagi hari.
Pilihan lain adalah omelet berisi bayam, oatmeal dengan irisan buah, atau telur dadar yang dipadukan dengan sayuran segar.
Penting pula memperhatikan porsi makan agar sesuai dengan kebutuhan energi masing