Ancaman Tanpa Suara: Hepatitis Diam-Diam Mengintai Kesehatan Hati Anda!

Kamis 20-08-2026,00:00 WIB
Reporter : tasya
Editor : tasya

OKINEWS.CO - Kesehatan organ hati merupakan salah satu pilar utama yang menjaga metabolisme tubuh manusia tetap berjalan dengan optimal.

Sebagai organ yang bertanggung jawab menyaring racun, memproduksi protein, serta memproses nutrisi makanan, fungsi hati sangat rentan terganggu oleh berbagai jenis infeksi.

Salah satu ancaman paling serius yang kerap datang tanpa disadari adalah hepatitis.

Penyakit peradangan hati ini sering kali dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena proses kerusakannya berlangsung secara perlahan dan hampir tanpa menimbulkan tanda-tanda yang jelas pada stadium awal.

BACA JUGA:Diam-Diam Membahayakan, Ini Penyebab Kerusakan Jantung dari Aktivitas Harian

BACA JUGA:Tanaman Hias Adaptif Jadi Pilihan Utama di Tengah Iklim Tropis Perkotaan

Sebagian besar kasus hepatitis disebabkan oleh infeksi virus, yang secara umum terbagi menjadi beberapa tipe utama, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.

Masing-masing tipe virus ini memiliki cara penularan yang berbeda.

Hepatitis A dan E umumnya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh sanitasi yang buruk.

Sementara itu, hepatitis B, C, dan D ditularkan melalui kontak darah atau cairan tubuh, seperti penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan seksual yang tidak aman, maupun penularan dari ibu ke bayi saat proses persalinan.

BACA JUGA:GERD Kini Ancam Anak Muda, Jangan Anggap Sepele Asam Lambung Naik!

BACA JUGA:Minum Kopi Tanpa Gula? Ini Deretan Manfaat Sehat yang Jarang Diketahui!

Ketidakpahaman masyarakat mengenai gejala awal hepatitis membuat banyak penderita baru menyadari penyakitnya setelah organ hati mengalami kerusakan cukup parah.

Pada tahap awal, gejala yang muncul sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam ringan, tubuh terasa lelah berkepanjangan, mual, serta penurunan nafsu makan secara drastis.

Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya tingkat peradangan pada sel-sel hati, penderita mulai menunjukkan tanda-tanda khas seperti warna kulit dan bagian putih mata yang menguning (jaundice), warna urine yang memekat seperti teh, serta rasa nyeri di area perut kanan atas.

Kategori :