OKINEWS.CO - Belum genap satu dekade dunia menikmati efisiensi jaringan 5G, fajar baru teknologi telekomunikasi kini mulai menyingsing.
Sejumlah konsorsium teknologi global bersama pemerintah di beberapa negara maju secara resmi mengumumkan dimulainya fase uji coba lapangan pertama untuk jaringan 6G di pusat-pusat kota besar.
Langkah ini menandai transisi besar dari internet seluler biasa menuju ekosistem digital yang sepenuhnya terintegrasi.
Berbeda dengan pendahulunya, 6G tidak hanya menawarkan peningkatan kecepatan "unduh" dan "unggah".
BACA JUGA:Samsung Galaxy A57 5G: Cita Rasa Flagship, Harga Tetap Masuk Akal!
BACA JUGA:Bukan Cuma Hitam Polos, Ini 7 Sepatu SMA yang Bikin Kamu Jadi Trendsetter Sekolah!
Teknologi ini diproyeksikan bekerja pada frekuensi sub-terahertz yang memungkinkan transfer data mencapai kecepatan hingga 1 Terabyte per detik.
Secara teori, kecepatan ini 100 kali lebih cepat daripada standar maksimal 5G saat ini.
Uji coba yang dilakukan di beberapa titik strategis seperti Seoul, Tokyo, dan beberapa wilayah di Eropa ini berfokus pada stabilitas sinyal dalam lingkungan padat penduduk.
Lebih Dari Sekadar Kecepatan
BACA JUGA:Lebaran Berkelas Tanpa Kantong Bolong: 7 Brand Lokal Ini Juaranya!
BACA JUGA:Rekomendasi Raket Bulu Tangkis Ringan dan Kuat, Main Lebih Lincah di Lapangan
Implementasi 6G membawa konsep Internet of Everything (IoE) ke level yang jauh lebih ekstrem.
Dalam uji coba tersebut, para peneliti mendemonstrasikan bagaimana latensi rendah (hampir nol detik) memungkinkan kontrol robotik jarak jauh tanpa jeda sedikit pun.
Hal ini membuka pintu bagi operasi bedah medis lintas benua serta sistem transportasi otonom yang jauh lebih aman karena komunikasi antar kendaraan terjadi secara instan.