Banyak pengemudi terlambat menurunkan gigi sehingga tenaga mobil hilang di tengah tanjakan.
Idealnya, gunakan gigi rendah sebelum mobil kehilangan momentum.
Gigi 1 atau 2 biasanya lebih efektif digunakan di tanjakan curam karena mampu menghasilkan torsi lebih besar.
Jangan menunggu RPM terlalu rendah karena mobil bisa kehilangan tenaga dan berisiko mundur.
Sementara pada mobil matik, pengemudi bisa memanfaatkan mode L, S, atau manual mode untuk menjaga putaran mesin tetap tinggi sehingga tenaga lebih responsif.
Jaga Tekanan Angin Ban
Tekanan angin ban yang kurang sering dianggap sepele padahal sangat memengaruhi performa kendaraan.
Ban yang kekurangan angin menciptakan hambatan lebih besar sehingga mesin bekerja lebih berat.
Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
Tekanan yang ideal membantu mobil melaju lebih ringan sekaligus meningkatkan kestabilan saat melewati tanjakan.
Selain tekanan, kondisi tapak ban juga penting diperhatikan.
Ban yang sudah aus dapat mengurangi daya cengkeram dan membuat mobil kesulitan menapak di jalan menanjak.
Hindari Setengah Kopling Terlalu Lama
Kebiasaan menahan setengah kopling terlalu lama sering dilakukan pengemudi ketika menghadapi tanjakan macet.
Padahal cara ini bisa membuat kampas kopling cepat aus dan performa kendaraan menurun.
Gunakan rem tangan ketika berhenti di tanjakan agar kopling tidak bekerja terlalu berat.