OKINEWS.CO - Belakangan ini, komunitas pengguna teknologi dihebohkan dengan temuan folder misterius berkapasitas sekitar 4GB di dalam direktori instalasi Google Chrome.
Banyak pengguna mengeluhkan ruang penyimpanan SSD mereka yang tiba-tiba menyusut drastis setelah melakukan pembaruan rutin.
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Google akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai fungsi file raksasa tersebut dan memberikan opsi bagi pengguna yang merasa keberatan.
Mengapa Ada File Sebesar Itu
BACA JUGA:Review Lengkap Xiaomi TV A Pro 32 2026: TV 2 Jutaan dengan Teknologi Premium
BACA JUGA:Wajah Kusam Jadi Glowing: Trik Makeup 5 Menit yang Mengubah Segalanya!
Berdasarkan keterangan teknis dari tim pengembang Chromium, file tersebut merupakan bagian dari Gemini Nano, model bahasa besar (LLM) versi ringan milik Google yang kini diintegrasikan langsung ke dalam browser.
Langkah ini diambil Google untuk menghadirkan fitur-fitur bertenaga AI secara on-device atau langsung dari perangkat pengguna tanpa perlu bergantung pada server cloud.
Fitur-fitur seperti Help Me Write, pengorganisir tab otomatis, hingga fitur rangkuman teks memerlukan "otak" lokal agar dapat bekerja dengan cepat dan menjaga privasi data pengguna.
File sebesar 4GB tersebut berisi bobot model (model weights) yang diperlukan AI untuk memproses bahasa manusia secara alami.
BACA JUGA:Cantik Gak Harus Berat! Gelang Emas Hollow Jadi Primadona Pesta 2026
BACA JUGA:Bukan Sekadar Aksesori, Tas Selempang Ini Adalah Kunci Kepercayaan Diri!
Dilema Ruang Penyimpanan vs Performa
Meskipun fitur AI ini sangat membantu produktivitas, bagi pengguna laptop dengan kapasitas penyimpanan terbatas (seperti SSD 128GB atau 256GB), pemotongan 4GB adalah hal yang signifikan.
Google mengakui bahwa distribusi model AI secara otomatis ini mungkin mengejutkan bagi sebagian pihak, terutama mereka yang tidak berencana menggunakan fitur AI di dalam browser.