Anehnya, alih-alih menampilkan wujud yang membuat bulu kuduk berdiri, hantu ini justru terlihat konyol dan jauh dari kata menakutkan.
Di alam baka, sang hantu ternyata memiliki "KPI" (Key Performance Indicator) tersendiri; ia diberi tenggat waktu selama 30 hari untuk menakut-nakuti 100 ribu manusia di bumi agar bisa tenang di akhirat.
Menyadari adanya peluang simbiosis mutualisme, sekumpulan kreator yang kebelet viral ini akhirnya sepakat untuk bekerja sama dengan sang hantu.
Mereka pun turun tangan mendandani dan mengarahkan si hantu agar tampak lebih meyakinkan demi menciptakan konten horor sensasional yang bisa diuangkan.
Tentu saja, kolaborasi beda alam ini tidak berjalan mulus. Perjalanan mereka dipenuhi oleh serangkaian kejadian absurd yang mengocok perut.
Di balik balutan humor dan tingkah laku yang kocak, film ini secara perlahan mengupas makna yang lebih dalam tentang persahabatan, esensi kehidupan, serta koneksi sejati antar manusia di era modern yang penuh kepalsuan.
Diproduksi oleh Ess Jay Studios (bagian dari SinemArt Group), "Harusnya Horor" tidak main-main dalam menyajikan kualitas cerita.
Untuk memperkuat pondasi skenario, Reza Arap menggandeng penulis naskah brilian, Rahabi Mandra (penulis "Kadet 1947") bersama Syahrun Ramadhan (penulis "Gampang Cuan").
Hasilnya adalah perpaduan dialog satire yang tajam namun tetap ringan dan renyah untuk dinikmati penonton dari segala kalangan.
Jajaran pemain yang terlibat juga menjadi daya tarik utama film ini.
Reza Arap turut menarik lingkungan terdekatnya untuk berkolaborasi, menghadirkan chemistry natural yang sulit dipalsukan.
Nama-nama seperti Lula Lahfah, Ronny P. Tjandra, hingga kehadiran para kreator dari AAA Clan (Tierison, Garry Ang, Yukatheo, dll) serta geng Marapthon siap memberikan warna unik yang menyegarkan layar bioskop Indonesia.
Secara keseluruhan, "Harusnya Horor" tampaknya tidak sekadar hadir untuk menakuti atau membuat penonton tertawa terbahak-bahak.
Film ini merupakan sentilan halus terhadap fenomena "demi konten" yang semakin menjamur di masyarakat.
Mari kita buktikan bersama saat karya fenomenal ini tayang di bioskop di tahun 2026.
Apakah eksperimen gila ini benar-benar seram, atau justru membuat Anda sakit perut karena tawa? Jawabannya hanya ada di "Harusnya Horor"!