OKINEWS.CO - Para penggemar animasi dan musik pop Korea kini patut bersorak gembira.
Layanan streaming raksasa, Netflix, secara resmi mengumumkan bahwa mereka sedang menggarap sekuel dari film animasi yang sangat dinantikan, K-Pop: Demon Hunters.
Pengumuman mengejutkan ini langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, memadukan dua basis penggemar raksasa: para penikmat film animasi berkualitas dan para penggemar K-Pop di seluruh dunia.
Bagi Anda yang mungkin belum familiar, K-Pop: Demon Hunters menceritakan kisah epik tentang sebuah girl group K-Pop papan atas yang memiliki kehidupan ganda.
BACA JUGA:Hyundai Tawarkan Creta Alpha dengan Bunga 0 Persen, Ini Detail Spesifikasinya
BACA JUGA:Fortnite Resmi Kembali ke Play Store, Gamer Indonesia Bisa Download Lagi!
Di bawah gemerlap lampu panggung dan sorakan ribuan penggemar, mereka adalah idola yang memukau dengan kemampuan menyanyi dan menari yang luar biasa.
Namun, di balik layar, para anggota grup ini menyimpan rahasia besar: mereka adalah kelompok pemburu iblis badass yang bertugas melindungi dunia dari ancaman kekuatan gelap supranatural.
Konsep unik yang menggabungkan elemen aksi, komedi, musik, dan mistis ini berhasil mencuri perhatian banyak orang sejak proyek pertamanya diperkenalkan.
Keputusan Netflix untuk memproduksi sekuelnya tentu bukan tanpa alasan.
BACA JUGA:Jangan Sampai Kena Hack! Ini 6 Fitur Keamanan WhatsApp yang Wajib Diaktifkan
BACA JUGA:Wajib Dicoba! Ini Trik Biar HP Nggak Lowbat Sepanjang Perjalanan Mudik
Popularitas budaya pop Korea yang terus meroket secara global, ditambah dengan tingginya minat penonton terhadap konten animasi dengan sentuhan modern, membuat proyek ini memiliki potensi pasar yang sangat besar.
Dalam pernyataan resminya, perwakilan Netflix mengungkapkan bahwa sekuel ini akan membawa penonton menyelami dunia yang lebih luas dan jauh lebih berbahaya dibandingkan sebelumnya.
Ancaman iblis yang dihadapi para gadis ini tidak lagi hanya berada di sekitar Seoul, melainkan telah menyebar ke panggung internasional selama tur dunia mereka.