Sistem ini dinilai lebih transparan dan objektif dalam menindak pelanggaran.
Namun di balik tingginya mobilitas, angka kecelakaan lalu lintas ikut meningkat.
Pada 2026 tercatat 57 kasus kecelakaan, naik dari 38 kasus pada tahun sebelumnya. Jumlah korban meninggal dunia juga melonjak dari 5 orang menjadi 15 orang.
Kapolda Sumsel, Shandi Nugroho, menegaskan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius pihaknya.
"Tingginya angka lakalantas ini jadi atensi kita, tentunya kita akan lebih intensifkan lagi patroli, penindakan dan edukasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan selama periode arus mudik dan arus balik lebaran," ungkapnya melalui siaran pers, Jumat (20/3).
Sementara itu, Karo Ops Polda Sumsel, Muhammad Anis Prasetio Santoso, menyebut lonjakan aktivitas masyarakat sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik.
"Keberhasilan pengamanan ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pemda di seluruh wilayah Sumsel. Polda juga Sumsel mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam berlalu lintas, beristirahat cukup selama perjalanan, dan juga tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah," pungkasnya.